Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) resmi mengumumkan tiga calon rektor yang lolos seleksi Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) dalam proses pemilihan Rektor Unair periode 2025–2030. Ketiga kandidat tersebut akan melaju ke tahap penilaian akhir oleh Majelis Wali Amanat (MWA).
Proses seleksi calon rektor Unair dilakukan melalui tahapan yang ketat dan transparan. Mulai dari seleksi administratif, Uji Masyarakat Kampus (UMK), hingga UKK yang dinilai oleh Senat Akademik Universitas.
Berikut tiga nama calon rektor UNAIR 2025–2030 yang lolos UKK:
1. Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt. (Fakultas Farmasi)
2. Prof. Dr. Koko Srimulyo, Drs., M.Si. (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)
3. Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga, Prof. Nursalam MNurs (Hons), menjelaskan bahwa penilaian dilakukan oleh 48 anggota senat yang memberikan suara untuk menentukan tiga nama terbaik. Menurutnya, proses ini tidak hanya berdasarkan angka semata, tetapi juga mempertimbangkan catatan kualitatif dari panelis UMK.
“Integritas, kapabilitas, dan akseptabilitas menjadi poin utama dalam menilai calon pemimpin. Nilai bukan hanya berupa angka, tapi kualitas pribadi juga menjadi pertimbangan penting,” jelas Prof. Nursalam dalam keterangannya, ditulis Rabu (23/4/2025).
Presentasi dan Pemilihan oleh MWA
Ketiga nama calon rektor tersebut selanjutnya akan diserahkan ke Majelis Wali Amanat untuk mengikuti proses seleksi akhir. Setiap calon akan mempresentasikan visi dan misinya selama maksimal 10 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh anggota MWA.
Proses pemilihan dilakukan melalui dua tahap, yakni musyawarah mufakat dan voting jika mufakat tidak tercapai. Total terdapat 21 suara dalam pemilihan ini. Menteri bidang pendidikan sebagai ex officio memiliki bobot suara sebesar 35 persen atau setara dengan 10 suara, sementara 20 anggota lainnya masing-masing memiliki satu suara.
Unair Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Prof. Nursalam menyatakan bahwa ketiga calon rektor yang telah terpilih merupakan figur terbaik yang diharapkan mampu membawa Universitas Airlangga semakin maju di kancah global. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga prinsip “Excellence with Morality” dalam kepemimpinan universitas ke depan.
“Proses ini mencerminkan komitmen UNAIR dalam menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kualitas dalam memilih pemimpin universitas. Harapan kami, rektor terpilih nanti mampu membawa UNAIR menjadi universitas kelas dunia,” pungkasnya. [ipl/aje]






