Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam pemeringkatan terbaru SCImago Institutions Rankings (SIR) tahun 2025, kampus yang dikenal sebagai Kampus Putih ini berhasil menempati peringkat pertama sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dalam bidang penelitian.
Capaian ini menegaskan komitmen tinggi UMM terhadap pengembangan kualitas dan kuantitas riset yang diakui secara internasional. SCImago Institutions Rankings sendiri merupakan lembaga pemeringkat global yang menilai ribuan institusi pendidikan tinggi berdasarkan kinerja riset dan inovasi.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa kami memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan tata kelola penelitian yang berdampak besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Wakil Rektor IV UMM Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama, Dr. Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi.
Salis mengungkapkan, sedikitnya ada 11 indikator utama yang menjadi dasar penilaian SIR. Salah satunya adalah jumlah publikasi ilmiah yang terindeks dalam database bereputasi seperti Scopus. UMM secara konsisten mendorong sivitas akademikanya untuk menghasilkan riset-riset unggulan, serta menyediakan berbagai program untuk mendukung produktivitas dan kualitas publikasi.
Tak hanya dari segi kuantitas, aspek kualitas juga menjadi fokus utama. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah artikel dosen UMM yang terbit di jurnal bereputasi tinggi (Q1), serta tingginya jumlah sitasi dari peneliti mancanegara. Menurut Salis, capaian ini mencerminkan daya saing global dari penelitian yang dilakukan di UMM.
“Kolaborasi internasional juga menjadi kekuatan utama kami. UMM telah menjalin kerja sama luas dengan berbagai universitas dan institusi dunia, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika. Tak hanya dengan kampus, tapi juga melibatkan pemerintahan, industri, NGO, hingga startup,” tambahnya.

SCImago juga menilai indikator lainnya seperti normalized impact, scientific leadership, excellence with leadership, high quality publications, open access, hingga scientific talent pool. Semua indikator tersebut berhasil dipenuhi UMM secara konsisten, yang mengantar kampus ini berada di posisi tertinggi di antara PTS se-Indonesia.
Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa rekognisi ini bukan sekadar prestasi akademik, tetapi wujud nyata kontribusi UMM bagi kemajuan masyarakat.
“Rekognisi ini adalah hasil nyata dari kerja keras sivitas akademika UMM dalam menghasilkan penelitian yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas. Penelitian yang baik tidak berhenti pada publikasi, tapi juga harus memberikan kontribusi bagi kemajuan peradaban manusia,” tegasnya. [dan/beq]






