Surabaya (beritajatim.com) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menjadikan Surabaya sebagai tuan rumah perdana gelaran SMEXPO Roadshow 2025. Pameran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina untuk mendukung dan memajukan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat naik kelas.
Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa SMEXPO telah memasuki tahun kelima sejak dimulai pada 2020. Baru tahun ini, acara tersebut dikemas dalam bentuk rangkaian Roadshow ke kota-kota besar. Setelah Surabaya, SMEXPO akan berlanjut ke Palembang, Bandung, dan ditutup dengan acara besar berskala nasional di Jakarta.
“SMEXPO ini bagian dari upaya Pertamina untuk terus mendukung, melakukan peran lebih untuk memajukan para pelaku UMKM agar bisa naik kelas,” kata Ahad Rahedi saat membuka pameran di Royal Plaza.
SMEXPO Roadshow Surabaya kali ini menghadirkan 41 UMKM unggulan binaan Pertamina Patra Niaga yang berasal dari empat provinsi: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Produk yang dipamerkan mencakup kerajinan, fashion dan craft, serta kuliner.
Meskipun target perputaran ekonomi secara rupiah masih dalam perhitungan, Pertamina menargetkan jumlah pengunjung antara 10.000 hingga 12.000 selama pameran berlangsung, mengingat lokasi yang strategis dan traffic pengunjung harian Royal Plaza.
Ahad Rahedi menjelaskan bahwa peran Pertamina adalah melakukan pembinaan dan penyediaan tempat untuk showcasing produk, sebab permodalan utama UMKM binaan berasal dari mitra Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Pembinaan yang diberikan meliputi pelatihan rutin seperti pembukuan keuangan, pengemasan produk, pemasaran produk melalui e-commerce, hingga pendampingan sertifikasi seperti Halal MUI atau BPOM. Total saat ini terdapat lebih dari 8.900 UMKM yang terdaftar sebagai mitra binaan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus.
“Target kami adalah seberapa banyak UMKM yang bisa naik kelas,” tegasnya. Setiap tahun, Pertamina menargetkan setidaknya 10 sampai 12 persen mitra binaan dapat mengikuti pameran seperti SMEXPO.
Surabaya dipilih menjadi tuan rumah pertama roadshow karena dianggap sebagai barometer di wilayah timur Jawa dan pusat destinasi yang memiliki multiplier effect ke kota-kota sekitar.
Menurut Ahad Rahedi, showcasing sangat penting agar produk unggulan UMKM semakin familiar di mata publik. Dukungan masyarakat yang paling sederhana adalah berkunjung dan membantu menyebarkan konten yang memperkenalkan produk UMKM di media sosial.
Di sisi lain, hambatan terbesar bagi UMKM unggulan untuk naik ke level tertinggi adalah business matching, yakni mencocokkan pelaku usaha dengan investor atau pemilik modal.
“Kendala yang paling menantang saat ini untuk UMKM yang sudah unggulan adalah pencocokan atau ketemu dengan investor yang bisa matching,” ungkap Ahad. Peran Pertamina hadir di sana untuk menjembatani dan menyambungkan UMKM dengan investor yang dapat membantu meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran.[rea]






