Surabaya (beritajatim.com) – Allah SWT telah memberikan perintah – perintah yang wajib untuk dilakukan sekaligus larangan yang harus dijauhi oleh para hamba-Nya.
Namun manusia ada tempatnya salah, tak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa luput dari dosa, termasuk umat muslim itu sendiri. Akan tetapi, Allah SWT yang Maha Pengampun pasti akan memaafkan setiap kesalahan kita asalkan kita secepatnya dan bersungguh – sungguh untuk bertaubat.
Seseorang yang telah melakukan dosa atau maksiat yang besar, rasanya meminta ampun dengan mengucap istighfar saja tidak akan cukup. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan melaksanakan salat taubat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”doa”]
Apa itu salat taubat?
Salat taubat adalah salah bentuk dari taubat Nasuha, yakni ketika seseorang dengan tulus memohon ampunan Allah SWT atas segala perbuatan dosa yang ia lakukan. Ia merasa benar – benar menyesal telah melakukan maksiat tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama.
Allah SWT sangat suka terhadap hambanya yang mau mengakui kesalahan dan meminta ampunan kepada-Nya. Bahkan, di dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa Allah SWT akan menerima taubat hambanya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran QS. An Nur: 31:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya : “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Keutamaan Salat Taubat
Tak perlu diragukan lagi, ada begitu banyak keutamaan dari salat taubat. Salah satunya yang terpenting adalah diampuninya seluruh dosa oleh Allah SWT. Dengan catatan, kalian bersungguh – sunguh untuk bertaubat, tidak hanya sekedar berjanji, namun juga benar – benar tidak akan mengulanginya lagi. Tanpa komitmen dan ketulusan itu, salat taubat rasanya akan menjadi sia – sia.
Hal ini diterangkan dalam hadis mauquf Rasullullah SAW terkait keutamaan orang yang melakukan salat taubat, yang diriwayatkan oleh imam Al-Baihaqi dan imam Ibnu ‘Asakir dari sahabat Ibnu ‘Abbas r.a.
قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ وَالْمُسْتَغْفِرُ مِنَ الذَّنْبِ وَهُوَ مُقِيْمٌ عَلَيْهِ كَالْمُسْتَهْزِىءِ بِرَبِّهِ}.
Artinya : Nabi SAW bersabda, “Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak ada dosa baginya, dan orang yang meminta ampunan dari dosa namun ia masih melakukan dosa itu, maka ia seperti orang yang menghina Tuhannya.”
Niat Salat Taubat
Ketika melaksanakan salat taubat, ada niat yang wajib dilafadzkan, sama halnya seperti salat wajib dan sunah. Niat tersebut adalah:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat taubati rok’ataini lillaahi ta’aalaa.
Artinya : “Aku berniat melakukan sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Melakukan Salat Taubat
Tata cara dan rukun melakukan salat taubat juga tak jauh berbeda seperti ketika umat muslim melakukan salat lima waktu beserta salat sunah lainnya. Ada 13 rukun yang wajib dilakukan, diantaranya:
• Niat (Boleh dibaca dalam hati)
• Berdiri bagi yang mampu
• Membaca Takbiratul Ihram
• Membaca Doa Iftitah
• Membaca Surat Al-Fatihah
• Membaca Surat Pendek
• Ruku’
• Membaca doa ruku’
• I’Tidal
• Membaca doa i’tidal
• Sujud
• Membaca doa sujud
• Duduk diantara dua sujud
• Doa duduk diantara dua sujud
• Duduk tahiyat akhir
• Membaca doa tahiyat akhir
• Membaca sholawat Nabi Muhammad
• Salam pertama / sebelah kanan
• Salam sebelah kiri
• Tertib
Salat taubat dianjurkan untuk dilakukan setiap hari dengan waktu yang tidak ditetapkan. Meski begitu, ada beberapa waktu yang tidak diperbolehkan untuk melakukan salat taubat, bahkan haram hukumnya.
- Saat matahari terbit hingga matahari naik sepenggalah.
- Saat matahari berada di tengah – tengah hingga terlihat condong.
- Saat dimulainya waktu salat ashar hingga tenggelamnya matahari.
- Saat waktu menjelang matahari tenggelam hingga matahari tenggelam dengan sempurna.
Adapun anjuran waktu untuk melaksanakan salat taubat adalah dimalam hari sebelum tidur atau ketika akan melaksanakan salat malam.
Doa Sesudah Salat Taubat
Tidak boleh ketinggalan, ada bacaan dzikir yang bisa kalian lantunkan sebagai doa setelah salat taubat, yang mana disarankan oleh Nabi Muhammad SAW.
أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إلَهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْه
Astaghfirullahal ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaihi
Artinya: “Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Setelah itu, lanjutkan dengan membaca doa berikut:
اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ
Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana’abduka wa ana’alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu. abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat.”
Walaupun dosa kita menumpuk setinggi gunung, jangan pernah malu atau segan untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka kita harus meyakini bahwa kesalahan kita akan benar – benar dimaafkan oleh Allah SWT. (mnd/nap)






