Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno lewat Superkey Consulting Group (SCG) Sandination teken kerjasama dengan UM Surabaya. Ada 4 implementasi dalam kerjasama tersebut.
Keempatnya meliputi penyelenggaraan program beasiswa pelatihan, program praktisi mengajar (praktisi sebagai dosen tamu), program kepemimpinan, karir dan bisnis dan penyelenggaraan program magang, dan penyaluran kerja.
Tak hanya tekan kerjasama dengan UM Surabaya, Sandi juga memberikan pelatihan pemasaran digital kepada mahasiswa, siswa, komunitas kreatif hingga UMKM dengan rentan usia 17-30 tahun.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/berita-redaksi/um-surabaya-raih-the-best-higher-education-di-ajang-jatim-pr-award-2023/
Menurutnya, tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya memberikan keterampilan youthpreneurship dan pemasaran digital dalam membuka dan menciptakan lapangan pekerjaan. Sandi juga memotivasi para peserta agar dapat membuka peluang usaha untuk berwirausaha.
Pelatihan keterampilan youthpreneurship, kata dia, akan mampu menciptakan ekonomi lebih kuat dengan terbentuknya lapangan kerja baru. Hal ini akan mendorong mahasiswa melek digital secara efektif dalam meningkatkan komunikasi modern.
“Teknologi digital memberikan dampak yang luar biasa di dunia. Pemanfaatan teknologi digital telah mampu mengubah dunia serta telah membentuk pola komunikasi tanpa sekat geografis, sehingga pada praktik bisnis, teknologi digital dapat mempercepat business process,” ujar Sandi, Kamis (23/5/2023).
Pada kesempatan ini, Sandi juga memberikan bantuan beasiswa kepada 8 pemenang beasiswa wirausaha sandination secara langsung. Menurutnya, pemberian beasiswa kepada anak-anak muda untuk menjawab tantangan. Ia menegaskan, pelaku UMKM butuh digitalisasi dan anak-anak muda yang memiliki kreasi dan inovasi.
“Beasiswa ini untuk membantu anak muda bukan hanya dalam kegiatan belajar yang di kampus saja, tapi dengan konsep kampus merdeka, anak anak muda bisa menciptakan konten-konten dan membantu penjualan UMKM. Jadi selain mendapatkan ilmu juga akan meningkatkan ekonomi dan lapangan kerja,”ujarnya.
Ia juga berpesan kepada anak-anak muda agar melakukan tiga hal, pertama untuk selalu meningkatkan kompetensi, kedua menyesuaikan skill dan terakhir mengetahui kompetensi baru yang dimiliki.
Sementara itu, Sukadiono rektor UM Surabaya dalam sambutannnya mengucapkan selamat datang dan mengucapkan terimakasih karena telah memilih UM Surabaya sebagai tuan rumah. Sebagai kampus sejuta inovasi, Suko menyebut ketika hidup dalam dunia digital, inovasi harus terus dilakukan untuk megikuti perkembangan zaman. Hal itu sejalan dengan Muhamamdiyah yakni berkemajuan adaptif dan inovatif. [ipl/kun]






