Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia menjadi salah satu negara yang turut berkomitmen mencapai pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Direktur Perpajakan Internasional di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Prof John L Hutagaol mengungkapkan bahwa pemerintah telah menargetkan SDGs tercapai pada tahun 2030 mendatang.
John menguraikan, ada 5 fungsi pajak dalam mendukung ketercapaian SDGs. Antara lain fungsi budgetair, regulerend, satbilizer, redistribusi pendapatan, dan fungsi katalis.
“Fungsi budgetair itu membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Dirjen pajak menjaga stabilitas penerimaan negara melalui perpajakan untuk membiayai aktivitas pencapaian SDGs,” kata John saat Seminar ‘Accountants as Society Transformers’ di Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Sabtu (19/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”petra”]
Selanjutnya, fungsi regulerend adalah instrumen pajak melalui pemberian insentif dan fasilitas untuk industri tertentu, wilayah tertentu, UMKM dan fasilitas untuk menggerakkan industri dan ekonomi Indonesia.
John menjelaskan, untuk fungsi stabilizer yaitu membangun dan menjaga level playing field dalam usaha di Indonesia, pemulihan ekonomi nasional, mengatasi transaksi underground ekonomi, dan mencegah timbulnya distorsi ekonomi.
Sementara redistribusi pendapatan yaitu dari pusat ke daerah, dari daerah ke desa, dan memperbolehkan CSR kualifikasi tertentu sebagai biaya pengurang pajak. “Fungsi katalis itu instrumen pajak mendorong terwujudnya pemulihan ekonomi nasional, desentralisasi dan ketahanan fiskal, dan terwujudnya SDGs di Indonesia,” paparnya.
Untuk diketahui, peserta seminar nasional ini mencapai 158 orang. Kontribusi para akuntan dalam usaha Indonesia mencapai SDGs yang ditargetkan tahun 2030 ini sangat penting agar kemiskinan sedikit demi sedikit berakhir, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.
“Seminar ini harapannya bisa memberikan pengetahuan bagi mahasiswa dan masyarakat umum mengenai peran akuntan dalam mencapai SDGs yang telah di tetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).” kata Lyvinia Yovita Houtama sebagai ketua acara. (ipl/kun)






