Lamongan (beritajatim com) – Persela Lamongan melakoni laga uji coba perdana, sekaligus mengakhiri pemusatan latihan dalam persiapan menjelang bergulirnya Liga 2 2024-2025, Sabtu (10/8/2024).
Dalam laga yang berlangsung di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tersebut, Persela menyerah dengan skor 1-3 atas Nusantara United FC.
Hampir seluruh pemain Persela diberikan kesempatan bermain secara bergantian. Termasuk ketiga legiun asingnya, yakni Lukman Ahmed-shaibu, Anderson Nascimento dan Ezechiel N’Douassel.
Pelatih Persela, Didik Ludianto, tak mempersoalkan hasil pertandingan. Sebab laga tersebut digelar hanya untuk memberikan atmosfer pertandingan dan mengembalikan ball feeling.
Selama pemusatan latihan selama 10 hari di Yogyakarta juga hanya difokuskan untuk meningkatkan ketahanan fisik pemain agar mencapai standar yang diinginkan. Belum masuk ke latihan taktikal.
“Kalah nggak masalah. Namanya juga uji coba. Kita juga baru melakukan latihan berat pagi sore selama 10 hari untuk peningkatan fisik,” kata Didik, saat dikonfirmasi, Sabtu (10/8/2024).
Didik pun mengakui, dalam laga tersebut anak asuhnya masih banyak melakukan kesalahan mendasar. Hal itu membuat lawan dengan mudah mendapatkan momentum untuk menciptakan peluang dan mencetak gol. “Babak pertama kalah 3-0. Gol itu terjadi melalui situasi bola mati, karena pemain melakukan pelanggaran. Dan kesalahan elementer pasing, bola diserobot lawan, shoting dan terjadi gol,” ujarnya.
Sementara di babak kedua, Laskar Joko Tingkir bermain lebih baik. Pertahanan lebih rapi dan berhasil mencetak satu gol untuk memperkecil ketertinggalan.
Namun pada menit 59, Persela harus bermain dengan 10 orang, setelah Ocvian Chanigio diusir wasit, setelah mendapatkan kartu kuning kedua. “Tapi walaupun kehilangan satu pemain, kita masih bisa bermain dengan baik,” tuturnya.
Lebih lanjut Didik mengatakan, laga uji coba kontra Nusantara United tersebut memberikan banyak pelajaran bagi Persela, dan menjadi bahan evaluasi. “Kesalahan-kesalahan mendasar yang terjadi hari ini tidak boleh terulang. Kita harus belajar dari pengalaman,” ucap Didik. (fak/kun)






