Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menerima sebanyak 449 calon mahasiswa baru pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tahun 2023. Mereka mayoritas berasal dari Jawa Timur.
Koordinator Bidang Akademik UINSA Abdullah Rofiq Mas’ud, menilai, meski didominasi calon mahasiswa dari Jatim, namun peta persebarannya cukup heterogen. Mereka berasal dari 18 provinsi di Indonesia.
Adapun tiga daerah yang mendominasi yakni Surabaya, Sidoarjo dan Bojonegoro. Sisanya tersebar di 52 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. UINSA sendiri, pada SNBP kali ini menyediakan kuota sebanyak 5.013.
BACA JUGA:
UINSA Terima Anugerah Top 45 Pelayanan Publik Inovasi Terbaik Tahun 2022
“Kuota 449 yang disediakan UINSA dijaring dari total 5.013 peminat. Tingkat keketatan prodi pada Jalur SNBP 2023 ini mencapai rata-rata 11 persen atau 1:11,” kata Abdullah Rofiq, Rabu (20/3/2023).
Ia mengungkapkan, pada seleksi tahun ini terjadi penurunan jumlah peminat jika dibandingkan pada 2022. Tahun lalu, jumlah peminat di UINSA mencapai sebanyak 5.509 dan diterima sebanyak 524.
Ia pun meminta agar calon mahasiswa baru yang dinyatakan lolos segera melakukan registrasi ulang. Kendati tidak ada sistem blacklist namun jika calon mahasiswa baru tidak melakukan registrasi ulang akan berdampak pada scoring sekolah.
BACA JUGA:
UINSA Surabaya Raih PTRG Award Tingkat Madya
“Meskipun tidak melakukan blacklist, namun ketika camaba yang dinyatakan lulus tetapi tidak melanjutkan daftar ulang, akan berdampak pada scoring sekolah yang bersangkutan pada proses pendaftaran jalur serupa di tahun mendatang,” katanya.
Registrasi dan pemberkasan penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dimulai 30 Maret hingga 7 April 2023 dengan mengunggah kelengkapan dokumen di laman pmb.uinsby.ac.id/login. [ipl/but]






