Pamekasan (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, secara resmi menyandang status Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan predikat unggul.
Predikat tersebut berdasar penetapan melalui Surat Keputusan (SK) BAN-PT Nomor: 97/SK/BAN-PT/Ak/PT/IV/2026 yang berlaku hingga 9 April 2031. Diterima langsung oleh Rektor UIN Madura, Saiful Hadi di jakarta, Jum’at (10/04/2026).
Capaian tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan transformasi kelembagaan di Perguruan Tinggi yang mengusung jargon Astahelix Taneyan Lanjhang, sekaligus menegaskan kualitas institusi dalam aspek tata kelola, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang semakin kompetitif, baik tingkat nasional maupun global.
“Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas capaian akreditasi unggul yang diterima UIN Madura. Hal ini merupakan anugerah sekaligus amanah besar yang harus terus kita jaga dan tingkatkan,” kata Saiful Hadi, Minggu (12/4/2026).
[irp posts=”1494201″ ]
Selain itu pihaknya juga menyampaikan terima kasih bagi seluruh tim dan sivitas akademika yang telah berkontribusi penuh dalam proses panjang akreditasi, mulai dari penyusunan dokumen, evaluasi diri, hingga pelaksanaan asesmen lapangan.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh tim akreditasi dan sivitas akademika UIN Madura, yang telah berjuang bersama sejak proses pengajuan, asesmen lapangan APT, hingga terbitnya SK akreditasi ini. Ini adalah hasil kerja kolektif, kerja keras, dan dedikasi kita semua,” ungkapnya.
Pihaknya menilai jika capaian tersebut bukan sekedar pengakuan administratif, tetapi bukti nyata dan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. “Kedepan predikat ini harus lebih ditingkatkan, baik dalam mutu pendidikan, teta kelola hingga pelayanan akademik berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.
“Tidak kalah penting, predikat unggul ini juga harus menjadi energi baru untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sekaligus menghadirkan pendidikan tinggi yang bisa mencetak lulusan atau generasi emas yang religius, kompetitif, dan kolaboratif,” pungkasnya. [pin/aje]






