Pamekasan (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, memperkenalkan konsep yang menggabungkan warisan budaya Madura, melalui visi pendidikan modern; Asta Helix Heutagogi Taneyan Lanjhang.
Konsep tersebut disampaikan Rektor UIN Madura, Dr Saiful Hadi dalam Forum Rektor se-Madura, yang digelar di Auditorium Rektorat di Perguruan Tinggi yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Pamekasan, Selasa (12/8/2025) kemarin.
“Konsep ini bukan sekedar paparan akademik, tapi gagasan ini hadir sebagai jembatan antara tradisi dan inovasi. Taneyan Lanjhang merupakan model pemukiman tradisional Madura, yang sarat akan makna dan menjadi titik tolak filosofis,” kata Dr Saiful Hadi.
Terlebih konsep Taneyan Lanjhang juga menjadi gambaran dan cerminan tentang struktur sosial, nilai dan kebersamaan, serta dapat menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kami di UIN Madura, percaya bahwa pendidikan terbaik adalah memadukan akar budaya dengan sayap inovasi. Heutagogi memberi kebebasan dan kemandirian belajar, sementara taneyan lanjhang memberi arah dan nilai,” ungkapnya.
Gagasan tersebut dilengkapi konsep Asta Helix sebagai bentuk adaptasi kontekstual dari Asta Cita Nasional. “Konsep ini kita terjemahkan dalam 8 unsur Taneyan Lanjhang, yakni kobhung yang melambangkan spiritualitas sebagai pondasi utama, pekeban sebagai simbol norma dan tata nilai yang mengatur kehidupan, dan tongghu sebagai simbol rahim ilmu pengetahuan,” jelasnnya.
“Roma anak bini’ sebagai perwujudan budaya dan peradaban, labang petanda gerbang menuju out put dan out come, kandang menandakan pengelolaan sumber daya ekonomi, dhapor dan lombhung sebagai pusat teknologi dan laboratorium kehidupan, serta somor sebagai penanda kebersihan dan integritas sebagai penopang keberlanjutan,” imbuhnya.
Baginya konsep tersebut bukan sekedar wacana, tetapi sebagai peta jalan menguatkan Tridharma Perguruan Tinggi secara integratif, menghubungkan sains, teknologi dan agama dalam satu kesatuan yang utuh. “Oleh karena itu kami UIN Madura siap memimpin transformasi ini, tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga untuk kemajuan sosial dan ekonomi Madura,” pungkasnya. [pin/but]






