Yogyakarta (beritajatim.com) — Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menanggapi pernyataan mantan rektor UGM, Sofian Effendi, yang meragukan status alumni Presiden Joko Widodo dalam sebuah tayangan live streaming di YouTube pada Rabu (16/7). Pihak UGM menyatakan bahwa klaim tersebut tidak sesuai dengan bukti akademik yang dimiliki fakultas terkait.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, ditegaskan bahwa Joko Widodo memang benar adalah lulusan Fakultas Kehutanan UGM. Jokowi tercatat sebagai mahasiswa angkatan 1980 dengan nomor induk 80/34416/KT/1681 dan lulus pada 5 November 1985.
“Pernyataan Bapak Sofian Effendi berbeda dengan data resmi yang kami miliki. Kami menyayangkan adanya pihak-pihak yang menggiring opini tidak berdasar tersebut,” ujar Andi.
UGM menambahkan bahwa tuduhan palsu semacam ini bisa berdampak hukum bagi individu yang menyebarkan informasi tidak valid.
Lebih lanjut, UGM menegaskan bahwa institusinya tidak terlibat dalam konflik antara pihak manapun, termasuk Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dengan Presiden Joko Widodo. Sebagai perguruan tinggi negeri, UGM tunduk pada peraturan mengenai perlindungan data pribadi dan keterbukaan informasi publik.
“Data pribadi hanya dapat diakses jika diminta secara resmi oleh aparat penegak hukum,” tambah Sekretaris Universitas.
Sebelumnya, pada 15 April 2025, UGM juga telah menerbitkan siaran pers yang menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo adalah alumnus sah UGM dan telah menjalani seluruh proses pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.






