Surabaya (beritajatim.com) – Girlband Aespa telah sukses dengan single terbarunya ‘Savage’. Lagu ini telah ditonton lebih dari 101 juta orang dan membuat aespa berhasil masuk dalam top 4 girlband dengan penjualan minggu pertama terbanyak. Tak hanya itu, ‘Savage’ juga berhasil membawa kemenangan di program “Show! Music Core” dan “Inkigayo”.
Karena gebrakan itulah yang akhirnya membuat pihak agensi SM Entertainment meluncurkan video behind the scene saat pembuatan video musik lagu ‘Savage’. Tanpa disangka-sangka, klip tersebut menuai banyak kecaman. Hal ini lantaran salah satu personel, Giselle, mengucapkan kata ofensis yang menyinggung ras tertentu.
Dalam salah satu adegan, terlihat Giselle, Karina, dan Ningning sedang berjoget sembari mendengarkan lagu “Love Galore” milik SZA selama istirahat syuting. Pada bagian tertentu, kata “N” digunakan dalam lirik lagu, penggemar pun memperhatikan bahwa Giselle tetap menyanyikan kata tersebut dan tidak berhenti, dengan mencondongkan tubuh ke depan saat mengucapkannya. N – Word sendiri merupakan sebuah hinaan kepada orang berkulit hitam, dan tidak ada yang boleh mengucapkannya.
Banyak penggemar bahkan netizen internasional merasa kecewa dengan perbuatan Giselle, mereka tahu bahwa wanita berusia 20 tahun tersebut fasih berbahasa Inggris. Hal yang tidak mungkin jika ia tidak memahami arti dari N – Word. Mereka berusaha mendidik sang idol bahwa tindakannya sangat menyakiti penggemar, terutama mereka yang keturunan kulit hitam.
“Apakah Giselle baru saja bilang n-word?” cuit salah satu penggemar di Twitter.
“Dia fasih berbahasa Inggris, saya yakin dia mengerti apa arti dari kata itu karena sebelumnya ia telah menghindari kata tersebut di lagu lain,” imbuh yang lainnya.
“Jangan lindungi dia, mendidiknya adalah hal yang paling tepat,” pungkas akun lainnya.
Klip tersebut menyebar dengan cepat dan ditonton oleh lebih dari 3,4 orang. Meskipun belum ada tanggapan dari wanita berdaraj Jepang – Korea tersebut, pihak agensi rupanya sudah mengambil tindakan. Klip tersebut telah di private, bahkan tweet di akun resmi aespa yang berhubungan juga sudah dihapus.
Namun, belum ada pernyataan resmi dari SM Entertainment. Menghapus dan mem-private video tidak akan cukup, warganet ingin Giselle bertanggung jawab dengan meminta maaf atas perbuatannya. [mnd/esd]






