Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) terpilih menjadi koordinator Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual Wilayah Jatim.
Sekretariat Satgas PPKS Ubaya Inge Christanti mengatakan bahwa ditunjuknya Ubaya sebagai koordinator karena adanya kebutuhan komunikasi antar satgas yang terpusat di wilayah.
“Sehingga apabila ada kebutuhan dalam implementasi PPKS, satgas universitas khususnya swasta bisa langsung menghubungi kami. Ini membuat kebutuhan cepat terpenuhi dan komunikasi menjadi lebih efektif,” ujarnya, Jumat (15/12/2023).
Ia menambahkan, Ubaya dapat memberikan bantuan dengan menyediakan fasilitas sumber daya, di antaranya psikolog, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) hingga psikologi medis dari Fakultas Kedokteran Ubaya.
“Fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan bagi kampus lain yang membutuhkan” imbuh Inge.
Sementara itu, Ketua Satgas PPKS Ubaya Dr Hwian Christianto menyebut ditunjuknya Ubaya sebagai koordinator ini juga sejalan dengan nilai Ubaya, yakni koopetisi.
“Kami berkomitmen menjadi fasilitator untuk satgas di perguruan tinggi Jawa Timur menuju kampus bebas kekerasan seksual sebagaimana diharapkan LLDIKTI 7 dan Kementerian. Kami juga akan memberikan edukasi terkait isu-isu aktual kasus kekerasan seksual dan bekerjasama dengan satgas dari perguruan tinggi lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Satgas PPKS Ubaya sudah terbentuk sejak tahun 2021 setelah dikeluarkannya Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Saat ini Ubaya sudah memiliki indikator kampus bebas kekerasan seksual yang telah diimplementasikan dalam lingkup kampus. Hwian berharap, kontribusi satgas PPKS Ubaya dapat mendorong Jatim sebagai pionir kampus aman dan nyaman untuk belajar. [ipl/but]






