Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) Malang menjadi tuan rumah silaturahmi nasional (silatnas) 3 forum bisnis Badan Usaha Milik-Perguruan Tinggi (BUM-PT). Acara ini berlangsung dari selama tiga hari, yaitu 10 – 12 Juni 2024.
Edi Poerwanto, S.Tp. M.M., Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) UB menyampaikan bahwa forum silatnas 3 ini merupakan kelanjutan dari silatnas 1 dan 2. Silantans 1 di IPB pada bulan November 2023 dan silatnas 2 di Universitas Hasanuddin Makassar pada Maret 2024 lalu.
Dalam forum ini, sebanyak 21 PTN-BH turut terlibat. Sebanyak 17 perwakilan PTN-BH hadir langsung, 4 sisanya berhalangan hadir. Selain perwakilan PTN – BH, hadir juga 4 perguruan tinggi yang siap menjadi PTN-BH. Dari perwakilan tersebut terdapat total 102 delegasi yang hadir dalam forum.
“Jadi PTN-BH punya perusahaan holding yang bertugas untuk menghasilkan keberlanjutan bagi universitas. Dengan status PTN-BH terdapat pengurangan subsidi dari pemerintah, maka harus mencari sumber pendapat sendiri,” ungkap Edi Poerwanto saat pembukaan acara di Gedung Samantha Krida, Senin (10/6/2024).
Terdapat 3 misi yang dicanangkan dalam Silatnas 3 Forum Bisnis BUM-PT 2024. Pertama, melanjutkan hal yang dihasilkan di silatnas 1 dan 2 agar perusahan milik PTN-BH dapat melihat perspektif regulasi, tata kelola, permodalan, dan lain-lain.
“Forum ini dalam rangka menghasilkan kesepahaman bagaimana posisi badan usaha milik PTN-BH ini. Hal itu berkaitan dengan penggunaan aset, tata kelola, permodalan, masalah investasi. Karena usaha milik PTN-BH ini tidak sama dengan perusahaan di luar,” ungkap Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha.
“Kedua, diharapkan dapat membentuk wadah menjadi produktif, untuk perusahan di ptn bh bisa menjadi penopang universitas, karena bagi PTN-BH dapat menjadi daya penopang utama. Ketiga, kami harap ada sinergi, kolaborasi bisnis antar perusahaan,” ujarnya menambahkan.
Edi Poerwanto menambahkan, dengan kehadiran beberapa perusahaan baik milik swasta, PTN BH, sponsor maka semakin memperkuat kolaborasinya. Menurutnya, badan usaha milik PTN BH tidak bisa berjalan sendiri sehingga diperlukan kolaborasi.
Dijelaskan pihaknya, badan usaha milik Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) terbilang unik. Ada tiga hal yang membuat unik, yaitu karena lahir dari universitas, aset yang digunakan dari universitas, dan dibutuhkan regulasi yang lebih jelas.
“Aset banyak tapi tidak bisa jaminkan dan kurang produktif. Kami harap outputnya bisa menghasilkan regulasi yang disampaikan pada pemangku kebijakan, paling tidak ke Menteri Keuangan, Menteri Hukum dan Ham, serta Menteri Pendidikan,” kata Edi Poerwanto.

Ditegaskan Edi, perbedaan badan usaha milik PTN BH dengan perusahaan lain karena difokuskan untuk hilirisasi hasil riset inovasi. Riset dan inovasi sejauh ini belum terekspose secara baik.
“Ada juga expo sebanyak 52 stand, baik dari PT BMU maupun dari mitra, dari badan usaha milik PTN BH,” kata Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha menutup penyampaian.
Acara ini dibuka oleh Sekretaris UB, Tri Wahyu Nugroho. Hadir juga Kepala Pusat Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf RI, Andar Danova L Goeltom, S.Sos.,M.S., yang juga menjadi keynote speech acara ini. [dan/beq]






