Malang (beritajatim.com) – Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (INKA) menjalankan riset kontruksi kereta cepat ramah lingkungan. Sehingga ada sebagai solusi moda transportasi massal yang lebih eco-friendly atau ramah lingkungan.
“Kami akan melakukan riset terkait kereta cepat hybrid dan cerdas. Itu lebih ke arah bagaimana mencari teknologi baru untuk efisiensi energi,” kata Rektor UB Prof Widodo, Selasa (19/7/2022).
UB membentuk tim riset dengan anggota dari sejumlah fakultas. Seperti Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Targetnya hasil riset konstruksi ini rampung dalam dua tahun mendatang.
“Untuk proyek ini target dua tahun, dalam artian sudah ada implementasinya. Setelah dua tahun akan berlanjut untuk mengurangi impor bahan bakar kendaraan dari luar negeri,” ujar Widodo.
[berita-terkait number=”3″ tag=”malang”]
Widodo menyebut selain ramah lingkungan, proyek kereta cepat tersebut juga dilengkapi dengan sistem komunikasi dan informasi yang terintegrasi. Riset ini juga didukung oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
“Jadi bagaimana mengkomunikasikan seluruh sistem yang ada di kereta itu dengan menggunakan Artificial Inteligent dan juga Internet Of Things. Untuk di Indonesia ini kan hal yang baru. Karena selama ini masih banyak ketergantungan dari bahan bakar dari luar negeri,” tandasnya. [luc/beq]






