Tangerang (beritajatim.com) – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2026 dengan menekankan semangat Ta’liful Qulub atau upaya mengikat hati antar-petugas. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sinergi nasional dalam menghadapi kompleksitas tantangan pelayanan jemaah haji di Tanah Suci yang dijadwalkan mulai berangkat pada akhir April mendatang.
Penutupan agenda strategis ini berlangsung di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Banten, pada Jumat (10/4/2026) malam. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi teknis, tetapi juga menjadi fondasi persaudaraan bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat pusat hingga petugas operasional di daerah-daerah seperti Jawa Timur yang memiliki basis jemaah besar.
Wamenhaj menyatakan bahwa keberhasilan pelayanan jemaah haji sangat bergantung pada kesatuan visi dan rasa persaudaraan di antara para penyelenggara. Menurutnya, tanpa adanya ikatan hati yang kuat, rencana kerja yang paling canggih sekalipun akan sulit diimplementasikan secara maksimal di tengah dinamika lapangan yang tinggi.
“Konsolidasi ini adalah momentum Ta’liful Qulub. Kita tidak hanya menyatukan pikiran dan rencana kerja, tetapi yang paling utama adalah ‘mengikat hati’ dalam satu pengabdian yang tulus untuk melayani tamu-tamu Allah,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan arahan penutup di hadapan para peserta Rakernas.
Dahnil menjelaskan bahwa dengan hati yang sudah terikat dalam satu tujuan yang sama, segala kendala teknis dan birokrasi di lapangan akan lebih mudah diatasi. Semangat ini diharapkan terbawa oleh seluruh kepala kantor wilayah dan petugas haji saat kembali ke daerah masing-masing untuk segera mematangkan persiapan operasional haji 1447 H.
“Jika hati kita sudah terpaut dalam niat yang sama, maka kerja-kerja berat dalam melayani jutaan jemaah akan terasa ringan. Inilah inti dari konsolidasi yang sesungguhnya,” tambahnya menegaskan pentingnya niat tulus dalam melayani tamu Allah.
Rangkaian rapat koordinasi intensif selama empat hari tersebut telah menghasilkan sejumlah poin strategis untuk meningkatkan standar kualitas layanan. Beberapa hasil krusial yang dicapai meliputi penguatan skema perlindungan jemaah, optimalisasi transportasi darat di Arab Saudi, hingga perbaikan kualitas katering yang harus memenuhi standar gizi serta selera nusantara.
Wamenhaj memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran kementerian yang telah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan. Fokus Kemenhaj kini beralih pada implementasi cepat dari hasil rekomendasi Rakernas guna memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan pengalaman ibadah yang aman, nyaman, dan mabrur.
Pemerintah optimistis bahwa melalui konsolidasi hati dan pikiran ini, kesiapan petugas dalam mengawal keberangkatan jemaah haji 2026 akan mencapai level tertinggi. Hal ini krusial mengingat jemaah haji dari berbagai embarkasi, termasuk Surabaya dan wilayah Jawa Timur lainnya, menaruh harapan besar pada profesionalisme petugas di lapangan nanti. [ian]






