Gresik (beritajatim.com) – Anak usaha PT Pupuk Indonesia (persero), PT Petrokimia Gresik (PG) meluncurkan tiga pupuk baru sebagai tanggung jawab untuk ketahanan pangan, serta meningkatkan produktivitas pertanian. Tiga pupuk baru tersebut di antaranya Petro ZA Plus, Phosgreen, dan pupuk organik Petroganik Premium.
Tiga pupuk itu, juga sebagai alternatif subsitusi bagi petani yang membutuhkan pupuk ZA, SP-36 dan Petroganik yang saat ini tidak disubsidi lagi oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Kementan) Nomor 10 Tahun 2022.
“Ketiga pupuk tersebut sudah teruji saat dilakukan demplot di kebun percobaan. Hasilnya, bisa meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, Jumat (5/8/2022).
Selain meningkatkan produktivitas, pupuk yang akan dikenak petani tersebut juga diklaim tanaman tahan terhadap serangan hama. Pasalnya, saat dilakukan uji efektivitas bersama Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, pada bawang merah. Terbukti bisa meningkatkan jumlah panen.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Gresik”]
Keberadaan pupuk baru tersebut, memperkuat posisi perusahaan pupuk yang ber-home based di Gresik, sebagai produsen pupuk terlengkap di Asia Tenggara.
Sebelumnya, bulan Juli 2022 Petrokimia Gresik juga telah mengoperasikan pabrik pupuk majemuk granul Phonska Alam. Produk ini, pertama di Indonesia yang memproduksi pupuk NPK untuk pertanian organik.
“Kami akan terus berinovasi dan berkarya mengatasi hambatan serta tantangan di usia perusahaan setengah abad,” pungkas Dwi Satryo Annurogo. [dny/beq]






