Surabaya (beritajatim.com) – Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bakal bersurat ke Komisi VIII DPR RI. Mereka meminta rapat dengar pendapat menuntut pencopotan Rektor Akh Muzakki dari jabatannya.
“Kami meminta DPR RI Komisi VIII menjembatani rapat dengar pendapat. Kemenag sudah tidak menjalankan tugasnya secara maksimal untuk keputusan (pemilihan rektor) ini,” kata Koordinator Aksi Mahasiswa UINSA, Koko Prakoso, Kamis (17/9/2026).
Gelombang demonstrasi sendiri terus bergulir di Rektorat UINSA. Massa menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja rektorat yang dinilai membebankan mahasiswa serta membiarkan fasilitas kampus terlantar.
“Muzakki melakukan banyak kecacatan yang merugikan mahasiswa. UKT mahal mencekik mahasiswa baru. Perpustakaan juga mangkrak dan tidak pernah digubris,” ujar Koko.
Selain persoalan itu, mahasiswa juga mempertanyakan transparansi pelaksanaan pemilihan rektor. Panitia kampus telah menyelesaikan tugas sejak Juli, namun penetapan tingkat kementerian berlangsung lamban.
“Ada dugaan permainan politik di sana yang balik menyengsarakan mahasiswa. Tidak ada transparansi dari proses pemilihan rektor,” tegas Koko.
Massa turut mengkritik kehadiran personel TNI dan Polri di lingkungan kampus pada demo susulan yang digelar hari ini (17/9). Mahasiswa memandang pengamanan demonstrasi seharusnya menjadi porsi tim keamanan internal universitas.
“Ini ranah kampus dan mahasiswa. Pengamanan cukup dari divisi keamanan kampus sendiri. Untuk apa mendatangkan polisi atau tentara,” ungkap Koko.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania berkomitmen untuk mengupayakan pemanggilan terhadap pihak Kemenag.
“Saya upayakan untuk memanggil Kemenag melalui komisi VIII,” ujar Dini. [ipl/but]






