Bojonegoro (beritajatim.com) – Gangguan distribusi air di wilayah perkotaan terganggu. Sepanjang tujuh kilometer pipa besar berukuran 6 dim rusak. Kerusakan disebabkan adanya pembangunan proyek trotoar dan drainase yang sedang berlangsung.
Menurut Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Buana, M Khoirul Anwar, kerusakan pipa utama itu disebabkan terdampak pembangunan proyek trotoar dan drainase. Pipa yang rusak menyebar di titik pembangunan sepanjang tujuh kilometer.
“Sebenarnya tahun ini tidak terlalu banyak (kerusakan) dibanding tahun sebelumnya, tapi dampaknya besar karena pipa besar berukuran 6 dim yang rusak,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Dari kerusakan itu, beberapa sudah diperbaiki. Perbaikan dilakukan setelah proses penggalian proyek drainase yang menggunakan alat berat usai. Sehingga pipa tidak rusak kembali. Pipa yang rusak itu dengan kedalaman tanam sekitar 1,5 meter dari permukaan.
“Tim kami selalu mengawal proses pengerjaan, jadi setelah selesai penggalian kita langsung ganti pipa yang rusak,” terangnya.
Nah, sembari menunggu proses penggalian selesai itu, maka air yang seharusnya mengalir ke pelanggan jadi macet. Pihak PDAM mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada para pelanggan yang berada di seputaran kota untuk segera mengisi tandon air saat kondisi tidak macet.
“Agak repot ketika pelanggan tidak punya tandon, jadi harus melakukan droping air bersih. Droping ini bisa sampai malam,” jelas Khoirul Anwar.
Untuk diketahui, pada 10 November 2025, pipa 6 dim yang rusak seperti di Jalan Jaksa Agung Suprapto sepanjang 2,3 kilometer dan sudah diperbaiki sepanjang 174 meter. Jalan Pattimura sepanjang 1,15 kilometer yang sudah terpasang 48 meter. Kemudian Jalan WR Supratman rusak sepanjang 960 meter sudah terpasang 200 meter.
Selain itu, juga ada tiga titik pipa yang perlu perawatan dan belum terpasang baru, seperti di Jalan Sawunggaling dan Jalan Panglima Polim sepanjang 1,1 kilometer, serta Jalan AKBP M Soeroko sepanjang 450 meter.
Untuk diketahui, gangguan pelayanan publik vital ini bermuara pada proyek pembangunan saluran drainase dan pemasangan U-Ditch yang tengah berjalan. Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, proyek ini menelan total anggaran yang sangat besar, yakni Rp50,8 miliar.
Proyek drainase tersebut tersebar di sembilan lokasi strategis di perkotaan, meliputi, Jalan AKBP M Soeroko (sisi barat dan timur), Jalan Sawunggaling, Jalan WR Supratman (sisi barat dan timur), Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan KH Mansyur, Jalan Pattimura (lokasi pipa bocor yang terkonfirmasi), dan Jalan Panglima Polim. [lus/ian]






