Lamongan (beritajatim.com) – Satu unit truk pengisi uang untuk anjungan atau mesin ATM Bank terguling di Jalur Poros Nasional Lamongan-Babat, tepatnya di jalur Desa Karangtinggil, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Rabu (7/6/2023).
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, mobil truk pembawa uang itu terguling usai menabrak tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalur Nasional Lamongan. Diduga, mobil itu sebelumnya bermaksud untuk menghindari pengendara roda dua yang nyelonong memotong jalan.
Mengenai kronologinya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan IPDA Hadi Siswanto menjelaskan bahwa kecelakaan berawal saat mobil pembawa uang bernopol B 9224 SCA itu melaju dari arah timur ke barat atau dari arah Surabaya hendak menuju ke Tuban, dengan kecepatan sekitar 60 km per jam.
Nahasnya, sesampainya di TKP (tempat kejadian perkara), mobil itu dikagetkan dengan keberadaan sepeda motor yang melaju dari arah yang sama dan tiba-tiba memotong jalan laju mobil yang dikendarai oleh Agung Pramudo, warga Baron, Nganjuk.
“Karena kaget dengan keberadaan sepeda motor tersebut, pengemudi mobil kemudian berusaha mengendalikan laju mobilnya dan banting stir ke arah kanan. Mobil oleng hingga menabrak tiang lampu PJU yang ada di median jalan,” kata IPDA Hadi, Selasa (7/6/2023).
Baca Juga: Jemaah Haji Lamongan Meninggal Usai Sholat di Masjid Nabawi
IPDA Hadi melanjutkan, setelah menabrak tiang lampu PJU itu, mobil kemudian terguling di tengah-tengah separator jalan dan melintang di atas median jalan. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan sopir hanya mengalami luka ringan saja.
“Sopir mengalami luka ringan dan sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis,” ujar Hadi.
Lebih lanjut Hadi menuturkan, akibat kejadian Jalan Poros Nasional sempat mengalami kemacetan. Oleh sebab itu, petugas kepolisian pun segera datang ke lokasi kejadian bersama warga untuk mengurai kemacetan dan mengevakuasi mobil tersebut ke pinggir jalan.
Selain itu, bersama warga setempat petugas kepolisian juga telah mengamankan tiang lampu PJU beserta kabel listrik yang roboh agar tidak mengganggu pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat.
“Kami telah mencatat keterangan dari sejumlah saksi mata untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan ini. Petugas juga melakukan penjagaan terhadap mobil pembawa uang untuk mengisi mesin ATM tersebut,” bebernya.
Atas adanya kejadian ini, Hadi mengimbau kepada para pengguna jalan agar tetap berhati-hati dan waspada jika melintas di jalur jalan poros nasional ini. “Silahkan istirahat dulu, jika memang dirasa lelah atau mengantuk agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Hadi.
Sementara itu, Arya, salah satu warga Pucuk yang menjadi saksi mata dalam kejadian mengatakan bahwa mobil pengisi uang ATM itu berjalan normal dan tidak ugal-ugalan. Akan tetapi, mobil itu tampak kaget dengan kendaraan lain yang ada di depannya sebelum terguling.
“Jalankan tidak begitu padat, makanya mobil berjalan cukup kencang, sekitar 60 km per jam. Tapi kemudian terguling setelah tabrak tiang lampu jalan,” tandasnya.[riq/ted]






