Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa tahun belakangan ini, gaya hidup slow living memang sedang menjadi tren di masyarakat Indonesia. Lantas apa sebenarnya tren Slow Living itu? Dan apa saja manfaatnya?
Slow Living jika diartikan dalam Bahasa Indonesia ialah “hidup pelan atau lambat”. Namun, gaya hidup ini bukan bermakna sebagai orang yang malas, melainkan cara seseorang dalam menikmati hidup.
Penganut gaya hidup slow living menekankan pada momen-momen kecil yang sering terlewatkan dalam kehidupan modern.
Biasanya mereka akan menjalani kehidupan dengan lebih santai dan sederhana, namun tetap bermakna. Alih-alih terburu-buru mencapai sesuatu, konsep slow living lebih memfokuskan diri pada apa yang sedang terjadi saat ini. Tak ayal jika mereka juga cenderung lebih sadar akan lingkungan sekitar.
Adapun beberapa manfaat dari tren gaya hidup slow living ini, di antaranya hidup menjadi lebih bermakna, karena prioritas bukan hanya pada kesuksesan karier, tetapi juga pada kehidupan pribadi dan hubungan yang lebih baik dengan orang-orang di sekitar.
Dengan memperlambat langkah, para pelaku slow living dapat mengurangi tekanan hidup yang ada, sehingga bisa terhindar dari stres dan rasa cemas berlebihan.
Manfaat lainnya, memungkinkan seseorang jadi bisa lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas, yang kemudian dapat membuatnya jadi lebih produktif dan kreatif. Selain itu, semakin banyaknya momen berkualitas yang dapat dibangun bersama keluarga dan teman.
Dengan menerapkan gaya hidup slow living, seseorang jadi lebih bisa mensyukuri apa yang sedang didapatkannya selama ini. Momen-momen yang biasanya dianggap remeh, kini terasa lebih berharga.
Beberapa contoh penerapan gaya hidup slow living, yakni dengan mengurangi pemakaian gadget ataupun perangkat elektronik. Sehingga perhatian bisa lebih difokuskan pada momen-momen nyata, seperti olahraga, membaca buku, beristirahat, atau lainnya.
Bisa juga dengan menerapkan jam tidur maupun bangun yang lebih efektif. Jika biasanya begadang, kini bisa tidur dan bangun lebih awal. Dengan begitu saat memulai aktivitas di pagi hari bisa lebih santai dan tidak perlu terburu-buru.
Jadi, gaya hidup slow living bukanlah tentang malas atau kehilangan ambisi, melainkan tentang menghargai momen-momen kecil dan hidup dengan lebih sadar. (fyi/ian)






