Ponorogo (beritajatim.com) – Menurut ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Kabupaten Ponorogo pada pertengahan bulan November 2023 sudah memasuki transisi musim hujan atau pancaroba.
Nah, dalam minggu ketiga bulan ini, nampaknya sudah mulai turun hujan, terlebih lagi di wilayah timur Ponorogo. Hujan yang terjadi, juga disertai dengan bencana dalam perubahan transisi musim ini. Bencana yang ditimbulkan, dimungkinkan tanah longsor, angin kencang maupun petir serta nantinya bisa timbul banjir.
Baca Juga:
Belasan Pengamen Terjaring Razia, Mayoritas Berasal dari Luar Ponorogo
Sejak hari Minggu (26/11) kemarin, BPBD Ponorogo sudah mendapatkan laporan kejadian bencana imbas dari musim transisi atau pancaroba ini. Laporan yang tercatat tanggal 25 Desember ini, terjadinya tanah longsor di Desa Krisik dan Desa Bareng Kecamatan Pudak.
“Untuk di Bareng itu ada 5 rumah yang saling berdekatan yang harus diwaspadai, karena jika terjadi longsor lagi, maka 4 rumah tersebut berpotensi terdampak. Sementara longsor yang di Desa Krisik, berdampak pada akses jalan yang terganggu di jalan dari Pudak ke Pulung,” katanya.
Tidak hanya di Kecamatan Pudak, bencana juga terjadi di Dusun Tugu Nongko Desa Tugurejo Kecamatan Slahung. Di bagian selatan Ponorogo itu, telah terjadi hujan dengan angin kencang. Kurang lebih ada 29 rumah yang terdampak akibat bencana air kencang. Dengan rincian, sebanyak 25 bangunan rusak ringan dan 4 bangunan mengalami rusak sedang.
“Yang rusak ringan, ada 25 rumah yang atap rumahnya dari asbes rumahnya rusak. Sementara untuk 4 desa yang mengalami kerusakan dengan intensitas sedang, mengalami roboh,” pungkasnya. (end/ted)






