Surabaya (beritajatim.com) – Dunia pendidikan tengah mengalami transformasi besar-besaran, terutama melalui teknologi pendidikan yang terintegrasi. Teknologi ini menggabungkan berbagai alat digital dan sumber daya untuk meningkatkan proses belajar mengajar.
IT Consultant and Cyber Specialist Jonie Hermanto mengatakan bahwa dengan adanya integrasi ini, maka pembelajaran menjadi lebih interaktif, personal, dan memberikan akses yang lebih luas ke informasi.
“Teknologi pendidikan terpadu tersebut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, melibatkan siswa secara aktif dan mendorong kreativitas mereka,” katanya saat Seminar Transforming Learning With Integrated Education Technology di Surabaya, Selasa (9/10/2024).
Menurutnya, integritas teknologi tersebut akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan guru dan siswa.
Ia menambahkan, pembelajaran interaktif menggunakan media yang menarik dan pengalaman imersif juga dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar. “Teknologi terpadu dapat menghubungkan siswa dan guru, memungkinkan kerja sama, berbagi ide, dan komunikasi yang lebih efektif,” paparnya.
Sementara itu, Pientha Glenys Amanti dari MAXHUB Indonesia menjelaskan bahwa penggunaaan Interactive Flat Panel (IFP) atau smart board menjadi salah satu contoh penerapan teknologi dalam dunia pendidikan.
Ia menyebut bahwa IFP dapat menampilkan presentasi, video, dan materi pembelajaran dengan lebih interaktif. “Guru dan siswa dapat melakukan komunikasi secara lebih efektif. “Siswa dapat menerima informasi dengan lebih mudah dan guru dapat menyampaikan materinya secara lebih menarik,” jelasnya.
Penggunaan IFP juga harus didukung oleh sumber daya manusia yang terlatih. Karena itu, Berdaya Mandiri Prestasi (BMP) berkomitmen untuk memberikan pendampingan secara intens bagi sekolah atau kampus yang menggunakan IFP dalam proses belajar mengajar.
Samuel Dian Pramana dari BMP menyatakan bahwa hal itu terbukti dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan yang bekerja sama dengan BMP dalam menerapkan teknologi pendidikan, khususnya penggunaan IFP di lingkungan mereka. “Penerapan teknologi yang terpadu sangat berbeda dibandingkan dengan proses pembelian alat elektronik pada umumnya secara beli putus,” tandasnya. [ipl/kun]






