Surabaya (beritajatim.com) – Expo & Expose Hebatnya SMK Jawa Timur 2026 di Grand City Surabaya mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 2,9 miliar. Capaian ini menjadi bukti penguatan ekonomi kreatif dari produk hasil karya siswa kejuruan Jatim.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari, mulai 12-14 Februari 2026 ini resmi ditutup pada Sabtu (14/2/2026). Sebanyak 269 SMK negeri dan swasta memamerkan inovasi dari 10 bidang keahlian strategis kepada publik.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyebut total pengunjung mencapai 5.277 orang. Transaksi tertinggi terjadi pada hari kedua dengan produk pangan sebagai penyumbang omzet paling signifikan.
Produk Ice Cappuccino SMKN 1 Turen dan Roti Vocamo SMKN 2 Mojokerto menjadi item terlaris. Sektor agribisnis juga menunjukkan kualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar industri secara kompetitif.
Ia menekankan pameran ini merupakan pembuktian daya saing produk kewirausahaan milik siswa dan guru. “SMK di Jawa Timur sudah naik kelas dari teaching factory menjadi market factory,” ujar Aries.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai kualitas praktik industri di SMK tidak kalah dengan perguruan tinggi. Ia mengapresiasi kemajuan proses pembenihan hingga inseminasi buatan yang dikelola secara mandiri oleh siswa.
Khofifah menyebut pameran ini merupakan etalase inovasi dan pintu gerbang masa depan bagi lulusan vokasi. Sinergi dengan dunia usaha dan industri (DUDI) menjadi kunci utama pengembangan gagasan kreatif siswa.
“Hari ini sesungguhnya kita sedang membukakan pintu gerbang kemajuan masa depan bagi anak-anak SMK,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, Pemerintah Provinsi Jatim turut menandatangani nota kesepahaman dengan 12 mitra strategis. Kerja sama ini fokus pada penyerapan tenaga kerja, sinkronisasi kurikulum, serta digitalisasi dan hilirisasi produk karya SMK.
Capaian transaksi miliaran rupiah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pendidikan vokasi. Sedangkan Dinas Pendidikan Jatim berkomitmen terus memantau kontrak kerja dan evaluasi kurikulum untuk persiapan tahun ajaran mendatang. [ipl/kun]






