Madiun (beritajatim.com) – Kecelakaan maut yang melibatkan rombongan suporter PSS Sleman di Tol Ngawi-Kertosono, Kabupaten Madiun, menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi fisik saat berkendara. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mengimbau pengguna jalan tol tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan ketika lelah atau mengantuk.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kecelakaan di KM 616+200 jalur A Tol Ngawi-Kertosono, Minggu (18/10/2026). Minibus Hiace yang ditumpangi rombongan suporter PSS Sleman menabrak truk bermuatan bibit kelapa yang berada di lajur yang sama. Insiden tersebut diduga dipengaruhi kondisi pengemudi yang mengantuk dan kurang konsentrasi.
Plt. GM Teknik dan Operasi PT JNK, Albertus Ryan Krisnanto, menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap pengguna jalan tol. Pengemudi diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh.
“Petugas kami segera melakukan penanganan setelah menerima informasi kejadian, mulai dari pengamanan lajur, pemasangan perambuan, hingga membantu proses evakuasi korban. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta tidak memaksakan diri berkendara apabila merasa lelah atau mengantuk,” ujar Albertus dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
Ia mengingatkan pengemudi yang mulai merasa lelah atau mengantuk agar segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat. Memaksakan diri tetap berkendara dalam kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
JNK berharap pengguna jalan semakin disiplin mengutamakan keselamatan, termasuk dengan mengenali batas kemampuan fisik dan menyediakan waktu istirahat yang cukup selama perjalanan. (rbr/aje)






