Probolinggo (beritajatim.com) – Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada saat pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya, yang memakan ratusan korban jiwa, Rektor Universitas Zainul Hasan Genggong Probolinggo, meminta kepada pemerintah untuk segera dilakukan Evaluasi batasan usia yang boleh masuk dan menonton sepak bola di dalam stadion.
Dr. Abdul Aziz, Rektor Universitas Zainul Hasan Genggong berharap agar pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap para penonton yang boleh masuk ke dalam arena stadion untuk menonton pertandingan sepak bola secara langsung.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kericuhan-laga-arema-vs-persebaya”]
“Ini merupakan peristiwa yang sungguh menyakitkan hati, tapi ini juga merupakan pelajaran besar buat kita untuk dilakulan evaluasi besar pada kegiatan-kegiatan moment sepak bola, dimana pesertanya adalah anak-anak remaja tentu juga kalangan para mahasiswa yang menjadi korban,” jelasnya.
Ia berharap, agar keluarga korban dapat diberikan kekuatan dan ketabahan. “Kami mendoakan, mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabara oleh Allah, dan mereka yang telah gugur semoga mendapatkan ampunan dan diterima amal baiknya oleh Allah SWT,” doa nya.
Atas kejadian ini, pihaknya mempertanyakan tentang persyaratan serta batasan usia penonton yang boleh masuk ke dalam stadion. “Salah satu yang kita harapakan, ada tidak seleksi bagi penonton yang masuk ke gedung (stadion), apa persyaratannya, yang kedua kapasitasnya berapa yang terbanyak. Saya kira pemerintah juga bagi masyarakat sama-sama mengevaluasi untuk kebaikan kita kedepan,” harapnya. (tr/kun)






