Kediri (beritajatim.com) – Pernikahan tidak selamanya terjadi pada manusia. Tetapi, dua batang tebu pun bisa menjalani prosesi tersebut. Pernikahan ini terjadi di Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Kota Kediri. Tradisi digelar menjelang musim giling tebu.
Sejak pagi hari, Pabrik gula yang berada di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini sudah dipenuhi warga. Mereka terlihat begitu antusias menyaksikan tradisi rutin resepsi pengantin batang tebu.
Meski digelar setiap tahunnya, tetapi tidak menyurutkan minat warga untuk melihat. Mereka tertarik dengan keunikan resepsi pernikahan dua batang tebu tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”buka-giling”]
Kemeriahan dan kemegahan pernikahan dua batang tebu ini tidak kalah dengan pernikahan manusia. Bahkan, dua batang tebu yang dinikahkan juga dirias layaknya pengantin sungguhan.

Menurut General Manager PG Pesatren Baru, H Miftakhul Munir, prosesi ini merupakan tradisi budaya yang dilaksanakan sejak dahulu. Seluruh pegawai, petani, masyarakat dan jajaran pemerintah daerah hadir.
“Kami berharap proses giling tahun ini berjalan dengan lancar tidak ada kendala. Hingga, momen Selamatan Giling tahun 2019 PG Pesantren Baru dengan semboyan ‘Dengan Semangat Sinergi, Integritas, Profesional, Kita Tingkatkan Kemitraan Pabrik Gula Dengan Petani Menuju Kejayaan’,” kata H Miftakhul Munir, saat memberikan sambutan, Kamis (25/4/2019).
Ditambahkanya, untuk tahun ini, pihaknya akan melakukan proses giling sebanyak 773 ribu ton, yang akan berlangsung Awal Mei 2019 sampai akhir Oktober 2019.”Ya, harapan proses giling tahun ini bisa berjalan lancar dengan menghasilkan rendemen yang bagus,” harapnya.
Terakhir, pihaknya mengatakan apabila penyatuan dua batang tebu ini merupakan wujud rasa syukur. Harapanya, PG Pesantren Baru dan petani dimusim giling tahun ini dapat berjalan dengan lancar, serta menghasilkan kristal gula yang erkualitas dengan melimpah. [nng/kun]






