Gresik (beritajatim.com)– Warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik, melakukan tradisi gotong royong ditengah era modernisasi dan digitalisasi. Desa yang diapit banyak perumahan serta industri itu tetap melestarikan budaya turun-temurun sebagai edukasi kepada generasi muda agar tidak luntur atau hilang.
Dengan membawa berbagai makanan maupun minuman. Warga berkumpul terlebih dahulu sebelum melakukan normlisasi saluran air supaya tanaman padi yang ditanam tetap menghijau.
Suasana kebersamaan terasa kental, sesekali terdengar canda tawa disela-sela sebelum bekerja. Peralatan seperti cangkul, sabit, dan lainnya dikumpulkan jadi satu sebelum melakukan normalisasi pengairan.
Warga yang datang juga menyumbang sesuai kemampuannya. Baik itu tenaga maupun keahlian membantu pengerjaan. Sementara kaum hawa tak mau kalah, mereka bertugas menyediakan makanan.
Setelah diberi arahan, warga setempat langsung turun sambil menggunakan cangkul membersihkan saluran air yang tersumbat oleh endapan lumpur tanah.
Gotong royong membersihkan saluran tersebut, sudah lama dilakukan meski desa ini sebagian besar dihuni warga pendatang. Selain melestarikan tradisi, desa yang diapit perumahan kelas menengah hingga atas serta banyak industri itu ternyata memiliki 472 hektar lahan berbagai jenis. Mulai dari 50 hektar sawah subur, 67 hektar ladang, 4 hektar tanah kas desa, dan 355 hektar lahan potensial.
Kepala Desa (Kades) Kedanyang Mustofa mengatakan, tradisi ini tetap digelar meski daerahnya banyak dihuni warga pendatang ditengah modernisasi jaman.
“Kegiatan yang kami gelar ini juga sebagai wadah edukasi bagi generasi muda mempelajari pentingnya menjaga dan merawat alam,” katanya, Minggu (20/7/2025).
Masih menurut Mustofa, gotong royong merupakan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Salan satunya di lahan pertanian. Hal ini sebagian warganya mata pencariannya sebagai petani.
“Ini nyel usulan dari warga kemudian dirembug bersama lalu dilakukan bersama-sama melalui gotong royong,” ungkapnya.
Sementara itu, Sadiman salah warga Desa Kedanyang mengatakan, meskipun daerahnya sangat cepat dalam perkembangan pembangunan. Desanya tetap mempertahankan nilai-nilai luhur budaya. Mulai dari sedekah bumi serta tradisi lainnya.
“Semangat tradisi gotong royong harus terus diedukasi ke generasi genZ mengingat budaya ini warisan bangsa Indonesia,” pungkasnya. [dny/aje]






