Blitar (beritajatim.com) – Memperingati Hari Pemberontakan PETA, sebanyak 2 TPS di Kota Blitar mengusung konsep perjuangan. Kedua TPS yang mengusung konsep PETA ini berada di TPS 20 Karangtengah, Kecamatan Sananwetan dan TPS 08 Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.
Terlihat para petugas KPPS yang bertugas di 2 TPS itu mengenakan pakaian pejuang tentara PETA. Atribut tentara PETA itu dikenakan petugas mulai dari ujung kepala hingga kaki.
Meski mengenakan pakaian PETA, para petugas KPPS tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Pakaian PETA ini juga tidak mengganggu kinerja dari KPPS.
“Kami ingin mensukseskan penyelenggaraan Pemilu, sekaligus untuk memperingati hari cinta tanah air. Karena hari ini Pemilu bertepatan dengan peringatan PETA,” kata Ketua KPPS TPS 20, Dwi Irawati, Rabu (14/02/24).
Tema PETA ini sengaja diusung lantaran pada Pemilu 2024 ini bersamaan dengan hari pemberontakan yang dilakukan oleh pasukan Pembela Tanah Air. Maka dari itu, para petugas KPPS memutuskan untuk mengenakan pakaian PETA.
Hal ini dilakukan agar para petugas KPPS senantiasa mengingat perjuangan dari para tentara PETA. Selain itu, petugas KPPS sengaja berdandan ala pejuang PETA untuk menarik para pemilih. Selain itu juga untuk membangkitkan semangat PETA kepada KPPS dan masyarakat yang datang ke TPS.
“Harapannya semangat perjuangan PETA ini bisa diteruskan kepada kami, maupun kepada masyarakat yang datang ke TPS. Makanya kami berinisiatif mengambil tema ini,” jelasnya.

Salah seorang pemilih, Hartono (45) mengaku bangga dengan para KPPS yang juga memperingati pemberontakan PETA saat Pemilu 2024. Menurutnya, hal itu juga dapat menjadi pelajaran bagi generasi muda untuk mengetahui sejarah di Kota Blitar.
“Bagus sekali, anak – anak yang pemilih muda ini jadi tahu dengan hari pemberontakan PETA. Kami yang tua – tua juga biar tidak lupa,” ujarnya. [owi/but]






