Gresik (beritajatim.com) – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), TPS membantu merenovasi ruang terapi di Unit Pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT) Kabupaten Gresik.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian TPS terhadap kesetaraan akses pendidikan bagi semua anak, termasuk ABK. Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu program prioritas TJSL perusahaan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 4 dan program Bappenas.
“Ruang terapi yang memadai sangat penting untuk optimalisasi terapi bagi ABK sesuai kebutuhannya,” ujar Kepala UPT Layanan Pendidikan ABK Gresik, Renyta Yuniarti Ningtyas. Ia berharap kerjasama ini dapat berlanjut dan membantu lebih banyak anak ABK.
UPT Layanan Pendidikan ABK Gresik telah menjadi pusat pengembangan pendidikan inklusif di kabupaten Gresik sejak tahun 2013. UPT ini berperan penting dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi ABK melalui layanan terapi, deteksi dini, dan rehabilitasi. Dukungan dari berbagai pihak seperti TPS diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan tersebut.
“Anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan pendidikan yang layak. TPS berharap fasilitas ini dapat membantu mereka meraih pendidikan dan meningkatkan potensinya,” tambah Wahyu Widodo.
Selain renovasi ruang terapi, TPS juga memberikan bantuan berupa peningkatan kompetensi guru dan sarana belajar di Sekolah Yayasan Inklusi Yayasan Az-Zaki Sawahan Baru, Surabaya. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak ABK di sekolah tersebut. [ren/beq]






