Surabaya (beritajatim.com) – Terminal Petikemas (TPK) Perawang menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif melalui peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026. Digelar selama dua hari (10–11 Februari 2026), rangkaian kegiatan ini melibatkan seluruh elemen pegawai untuk memperkuat budaya keselamatan di sektor kepelabuhanan.
Sebagai industri dengan risiko kerja yang tinggi, TPK Perawang memandang K3 bukan sekadar pemenuhan regulasi administratif, melainkan fondasi utama operasional yang berkelanjutan.
Rangkaian peringatan diawali dengan sosialisasi mendalam yang menghadirkan Jonli, Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis K3 Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau. Dalam paparannya, Jonli menekankan bahwa konsistensi adalah kunci dalam menekan angka kecelakaan kerja.
“Penerapan K3 tidak boleh bersifat administratif semata, tetapi harus menjadi budaya kerja yang dijalankan secara konsisten. Terutama di lingkungan kepelabuhanan yang memiliki risiko tinggi, komitmen bersama diperlukan agar setiap aktivitas tetap terkendali dan produktif,” tegas Jonli.
Tak hanya teori, para pegawai TPK Perawang juga dibekali dengan kemampuan praktis melalui edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD). Di bawah bimbingan paramedis internal, karyawan melakukan praktik langsung teknik pertolongan pertama guna menghadapi situasi darurat medis di lapangan.
Puncak peringatan ditutup dengan aksi nyata melalui simulasi kebakaran (fire drill). Seluruh pegawai dilibatkan dalam skenario tanggap darurat, termasuk edukasi dan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara tepat dan cepat.
Di sisi lain, aspek kemanusiaan turut mewarnai Bulan K3 tahun ini. Bekerja sama dengan RSUD Tualang, TPK Perawang menggelar aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 24 kantong darah untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Siak.
Terminal Head TPK Perawang, Dida Drojat, menyatakan bahwa semangat K3 harus tercermin dalam perilaku kerja sehari-hari. Ia optimistis bahwa dengan kesadaran kolektif, target zero accident dapat tercapai.
“Budaya K3 adalah tanggung jawab bersama seluruh insan perusahaan. Dengan komitmen ini, kami yakin dapat mewujudkan lingkungan kerja yang bebas kecelakaan dan berkelanjutan, sehingga layanan kepada pengguna jasa tetap andal,” ujar Dida.
Melalui momentum Bulan K3 Nasional ini, TPK Perawang kembali menegaskan posisinya sebagai pengelola terminal yang mengedepankan keamanan manusia dan efisiensi operasional secara berkesinambungan.[rea]






