Kediri (beritajatim.com) – Dalam upaya mengendalikan harga dan menjamin mutu pangan yang beredar di masyarakat, Polres Kediri Kota bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri melaksanakan rapat koordinasi dan sidak terpadu terhadap peredaran beras premium.
Agenda dimulai di Ruang Rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri, Jalan Penanggungan No. 07, Kecamatan Mojoroto. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan Kejaksaan yang mengindikasikan adanya pelanggaran pada sejumlah produk beras premium, mulai dari harga yang tak sesuai regulasi, kemasan tidak standar, hingga kualitas yang dipertanyakan.
Rapat dihadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Polres Kediri Kota, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta unsur Pemerintah Kota Kediri lainnya.
Kabid Perdagangan Disperdagin Kota Kediri, Rice Oriza Nusivera, SP, MMA, menyatakan bahwa inspeksi langsung ke pasar adalah langkah penting untuk memastikan beras yang beredar memenuhi standar pemerintah.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan atas 42 merk beras premium yang terindikasi bermasalah di Jawa Timur.
“Hari ini kita lakukan monitoring sidak beras premium di Kota Kediri,” ungkap AKP Cipto Dwi Leksana.
Pasca rapat, tim gabungan melakukan inspeksi ke empat lokasi pasar modern di Kota Kediri, yakni Alfamidi di Jalan Semeru, Samudra Swalayan Dhoho Plaza, Superindo di Jalan Hasanudin, dan Hypermart di Kediri Town Square.
Sidak yang berlangsung hingga pukul 15.30 WIB itu menunjukkan tidak ada produk beras premium yang dijual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, ditemukan beberapa produk beras dalam kemasan yang tidak layak edar karena mengandung kutu. Produk-produk tersebut langsung diperintahkan untuk ditarik dari rak dan dikembalikan kepada produsen.
Langkah tegas ini menunjukkan komitmen TPID dan Satgas Pangan Polres Kediri Kota dalam menjaga keamanan dan mutu pangan. Rangkaian pengawasan serupa akan dilanjutkan di pasar tradisional sebagai bagian dari langkah antisipatif menjaga stabilitas pangan di Kota Kediri. [nm/ted]






