Ponorogo (beritajatim.com) – Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican saat ini nyaris overload. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo pun mencari berbagai solusi agar permasalahan sampah yang menggunung itu tidak merugikan masyarakat.
Salah satu solusi yang dilakukan DLH Ponorogo, yakni mencari alternatif tempat pembuangan sampah yang baru.
“Selain TPA di Mrican, kita mencari tempat yang baru, mudah-mudahan pertengahan tahun depan, lokasi yang baru ini bisa digunakan atau sudah beroperasi,” kata Kepala DLH Ponorogo Gulang Winarno, Jumat (15/12/2023).
Kata Gulang, DLH Ponorogo saat ini sedang melakukan koordinasi intensif dengan Perhutani terkait tempat baru tersebut. Sebab, tempat yang akan digunakan ini merupakan lahan milik Perhutani di kompleks Alas Sukun atau pohon kayu putih.
Luasan tempat pembuangan akhir yang baru ini kurang lebih 9,8 hektare. “Sistemnya pinjam pakai selama 20 tahun, setelah itu nantinya bisa diperbarui lagi,” katanya.
Dengan adanya tempat yang baru ini, Gulang menyebut bukan berarti TPA Mrican ditutup. TPA di Desa Mrican, Kecamatan Jenangan itu nantinya tetap beroperasi bersama-sama dengan yang baru. Sehingga bisa mengurangi sampah yang setiap harinya mencapai 70 ton.
“Nanti TPA Mrican juga masih beroperasi, jadi bisa bersama-sama,” katanya.
Gulang menambahkan bahwa saat ini progres proses pencarian tempat baru itu, sudah mencapai 50 persen. Menunggu surat dari Perhutani di Malang, untuk segera disodorkan ke Gubernur Jawa Timur (Jatim). Setelah rekom dari Gubernur Jatim turun, nantinya akan diteruskan ke Kementerian.
“Kalau kita 50 persen dari proses seluruhnya sekarang tinggal tunggu pertek dari Perhutani Malang turun, diajukan ke gubernur, turun kemudian ke kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK). Ya, semoga pertengahan tahun depan, lahan baru itu bisa segera dioperasikan,” pungkasnya. [end/beq]






