Surabaya (beritajatim.com) – Tottenham menuai kekalahan yang cukup menyakitkan Southampton dengan skor 2-3 dalam. Pada lanjutan Premier League 2021/22, kamis (10/2) sejatinya Tottenham bisa unggul lebih dulu.
Namun anak asuh Antonio Conte terkena comeback oleh Southampton. Kemenangan sudah di depan mata, tapi sirna akibat pemain lengah.
Pertandingan berjalan begitu sengit karena kedua tim saling jual beli serangan. Spurs berhasil membuka keunggulan lebih dahulu melalui gol bunuh diri Jan Bednarek di menit ke-18.
Namun, tidak berlangsung lama, Southampton berhasil menyamakan kedudukan melalui Armando Brojka di menit ke-23.
Di menit kedua, laga kembali berlangsung dengan tempo yang tinggi. Tottenham kembali mencetak gol lewat aksi Son Heung-Min di menit ke-70.
Namun sayang, kemenangan yang seakan sudah jadi milik Harry Kane dan kolega harus sirna akibat gol-gol Southampton di 10 menit akhir.
Berawal pada menit ke-79, Mohamed Elyounoussi berhasil mengubah skor jadi sama kuat. Lalu jelas laga berakhir kurang dari delapan menit, Che Adams menuntaskan come back Southampton.
Tottenham sebenarnya tidak begitu berdaya dengan gempuran dari pemain Southampton. Spurs mungkin dua kali unggul, namun tidak benar-benar menguasai pertandingan. Statistik menunjukkan jika Southampton berhasil membuat 23 tembakan, 10 diantaranya tepat sasaran.
Artinya, Spurs cukup sulit keluar dari wilayah pertahanan sendiri. Permainan Spurs pada babak kedua juga tidak jauh lebih baik. Butuh waktu lama untuk mereka menemukan ritme yang tepat dan mencetak gol kedua.
Sayang, Anak Asuh Antonio Conte tidak mampu memanfaatkan momen usai unggul kedua kalinya. Justru Spurs malah membiarkan Southampton bermain leluasa.
Conte pun mengakui jika hasil pada laga itu begitu mengecewakan. Padahal, anak asuhnya sudah berjuang maksimal, tapi ada masalah pada ritme dan penerapan taktik di lapangan.
“Kekecewaan besar, pertandingan yang sulit, liga ini sangat sulit dan kami harus tahu bahwa kami adalah tim yang bermain untuk memenangi pertandingan,” ungkap Antonio Conte di laman resmi tim Tottenhamhotspur.com.
Conte juga meragukan mentalitas skuad. “Mereka membuat beberapa kesalahan sendiri ketika membawa bola. Akibatnya, perlahan-lahan pemain Spurs justru tertekan sendiri. Menurut saya, saat pemain membuat kesalahan dalam penguasaan bola, ada kemungkinan muncul suatu masalah mental yang tidak stabil,” ungkap pelatih asal Italia itu lebih lanjut. (dan/ian)






