Mojokerto (beritajatim.com) – Lingkungan Karanglo I/32, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dicanangkan sebagai Kampung Lele. Pencanangan Kampung Lele oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari ini tidak lepas dari sosok Totok Winarno (46).
Sekitar delapan bulan lalu, ia mendirikan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di lingkungan tempat tinggalnya. Yakni di Lingkungan Karanglo I. Ia mengajak tetangga sekitar untuk budidaya ikan lele dengan sistem bioflok (salah satu sistem budidaya ikan).
Karena keuntungannya yang mencapai 50 persen, membuat tetangga sekitar tertarik mengikuti jejaknya. Delapan bulan berjalan, sudah ada 14 anggota Pokdakan yang diberinama Pokdakan Wahyu Lele 2 dengan 42 kolam bioflok. “Awalnya saya ikut KUBE (Kelompok Usaha Bersama), belajar dari KUBE. Saya kemudian keluar baik-baik dan karena merasa mampu saya buka sendiri. Saya ikut pelatihan Jombang, dibina dan dipantau sampai berhasil,” ungkapnya, Sabtu (18/2/2023).
Hasil panen budidaya lele, lanjut Totok, selain dijual berupa ikan lele segar juga ada olahan dari lele. Diantaranya Lesgo akronim dari Lele Siap Goreng, kentucky, lemper isi lele, pastel isi lele serta olahan masakan lainnya. “Untuk pengolahan ikan lele melibatkan ibu-ibu di Lingkungan Karanglo 1, bapak-bapaknya budidaya ikan lelenya. Kita ada tengkulak yang ambil hasil panen tapi kita menawarkan ke sejumlah rumah makan,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ikan-lele”]
Kebutuhan masyarakat Kota Mojokerto dalam mengkonsumsi ikan lele diakuinya cukup tinggi. Dengan 14 anggota, ia mengaku menjual hasil panen untuk masyarakat Kota Mojokerto sendiri dan tidak sampai luar kota.
“Karena harga lele kan terjangkau, semua bisa membeli. Untuk lingkungan sini saja, hampir 50 kg/hari sehingga kita juga ada manajemen, panennya bergilir jadi tiap hari ada yang panen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kalau panen raya, setelah panen selesai,” ujarnya.
Selain itu, tengkulak bisa berjualan terus. Sementara anggota kelompok juga panen bisa lancar karena dibuat sistem gantian. Menurutnya, dalam 5.000 bibit lele yang disebar, keuntungannya bisa sampai 50 persen. “Iya sudah bersih. Anggota kita berikan pembinaan, kita juga rutin melakukan pertemuan agar tahu kendala yang dihadapi anggota apa. Kendala saat ini dari pakan, harga pakan,” urainya.

Pokdakan Wahyu Lele 2 merupakan kelompok pembudidaya ikan secara mandiri sehingga pembiayaan dilakukan secara mandiri atau pribadi. Tidak ada campur tangan dari pemerintah daerah setempat dalam pembiayaan.
“Kita kerjasama dengan pabrik pakan untuk memenuhi pakan, karena dalam 5.000 bibit ikan lele yang disebar hingga panen membutuhkan pakan antara 12 sampai 14 sak. Kendala di air, jika pompa kurang besar otomatis pengisian airnya kurang cepat,” jelasnya.
Sehingga kolam akan lebih cepat kotor saat pengisian air kurang cepat karena pompa kurang besar. Kendalanya, lanjut Totok, akan membuat nafsu makan ikan lele berkurang dan badan lemas.
“Kendala di pompa air saja. Air di sini melimpah. Budidaya di sini itu budidaya bersih, sehat dan layak jual karena airnya tidak bau. Saat ini, kita mendapat dukungan dari Bu Wali dan Dinas Ketahanan Pangan,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”peternakan”]
Dukungan tersebut berupa support untuk menghasilkan pakan dan olahan makanan dari lele. Ia mengaku belum ada dukungan anggaran permodalan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. “Karena kita berawal dari mandiri, kita ingin mengenalkan dulu ke masyarakat jika di Lingkungan Karanglo I ada budidaya lele. Kita tidak berharap bantuan tapi membesarkan dulu sesuai tujuan awal, mandiri,” tegasnya.
Menurutnya, saat Lingkungan Karanglo dikelan sebagai Kampung Lele maka secara otomatis pemerintah daerah akan mendukung. Namun pihaknya berharap anggotanya bisa mendapatkan bantuan permodalan. “Seperti pinjaman untuk anggota kelompok agar bisa menambah jumlah kolam yang dimiliki. Karena saat ini, rata-rata anggota kelompok hanya memiliki tiga kolam,” harapnya.
Selain enak, manfaat ikan lele untuk kesehatan juga cukup banyak. Ini adalah salah satu pilihan makanan murah dengan nilai gizi tinggi dan kalori yang cukup rendah. Ikan yang hidup di air tawar ini bisa memberikan nutrisi penting. Seperti kalori 98, lemak 2,9 gram, protein 18 gram, natrium 50 mg, asam lemak omega-3: 237 mg, asam lemak omega-6: 337 mg, vitamin B12, selenium, fosfor, tiamin dan kalium. [tin/suf]






