Ponorogo (Beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi meluncurkan 75 agenda wisata dalam Kalender Wisata Ponorogo 2025. Dari puluhan agenda tersebut, sepuluh di antaranya ditetapkan sebagai Top 10 Event Wisata Ponorogo, yang diharapkan mampu menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal maupun internasional untuk datang ke Bumi Reog.
Daftar Top 10 Event Wisata Ponorogo 2025
Event unggulan ini dimulai pada Mei, diawali dengan peringatan Kiai Ageng Muhammad Besari pada 10 Mei 2025. Masih di bulan yang sama, acara kreatif bertajuk Ponorogo Creative Festival #3 akan digelar pada 20-25 Mei 2025.
Bulan Juni dipenuhi dengan deretan acara meriah. Dimulai dengan Festival Reog Remaja XXI pada 18-21 Juni 2025, yang langsung dilanjutkan dengan Festival Nasional Reog Ponorogo XXX pada 22-25 Juni 2025. Pada 26 Juni 2025, Kirab Pusaka dan Lintas Sejarah akan memikat pengunjung, sementara acara puncak di bulan ini adalah Larungan Telaga Ngebel pada 27 Juni 2025.
Di Juli, Ponorogo akan menghadirkan tradisi Grebeg Tutup Suro. Kemudian, pada 11 Agustus 2025, momentum spesial Peringatan Hari Jadi Ponorogo akan menjadi daya tarik utama. Kalender wisata ini ditutup dengan dua acara besar di bulan Desember, yaitu Pajak Extravaganza dan Bumi Reog Berdzikir, yang siap menghadirkan nuansa berbeda menjelang akhir tahun.
Pemkab Ponorogo optimis bahwa serangkaian acara ini mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata. Dengan target ambisius 4 juta wisatawan sepanjang tahun, peningkatan kunjungan hingga 6-7 kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi harapan utama.
“Tahun lalu, kita mencatat kunjungan wisatawan dalam ratusan ribu. Tahun ini, kami optimis jumlahnya bisa melonjak drastis,” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Sabtu (11/1/2025).
Lebih jauh, Bupati Sugiri menekankan bahwa lonjakan wisatawan akan memberikan dampak positif pada perekonomian lokal, terutama di sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan jasa. Target pertumbuhan ekonomi Ponorogo pada tahun 2025 ini dipatok di atas 5 persen.
Untuk merealisasikan visi Ponorogo sebagai kota wisata, Bupati Sugiri mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung penuh kalender wisata ini. Ia menekankan pentingnya budaya ramah wisatawan, kebersihan, dan keterjangkauan harga sebagai bagian dari ekosistem wisata yang solid.
“Restoran harus higienis, harga tidak melambung, dan pelayanan memuaskan. Semua ini adalah bagian dari upaya kolektif kita untuk membangkitkan sektor pariwisata Ponorogo secara serentak,” pungkasnya. [end/beq]






