Jakarta (beritajatim.com) – Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nasim Khan menyambut positif perubahan nama jalan tol Probowangi menjadi Tol Prosiwangi (Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi). Ia menilai, perubahan nama tersebut mencerminkan prinsip kesetaraan antar daerah yang dilalui jalur tol tersebut.
“Dengan adanya Situbondo dalam nama resmi tol, berarti ada pengakuan terhadap posisi strategis daerah ini. Sebelumnya hanya Probolinggo dan Banyuwangi yang terwakili. Sekarang tiga daerah sama-sama mendapatkan tempat yang setara,” kata Nasim Khan, Rabu (3/9/2025).
Menurutnya, Prosiwangi memiliki makna historis, geografis, sekaligus kultural. “Pro” merujuk pada Probolinggo, “Si” diambil dari nama Situbondo, dan “Wangi” merujuk pada Banyuwangi. Dengan memasukkan nama Situbondo secara eksplisit, tol ini tidak hanya menghubungkan tiga daerah, tetapi juga meneguhkan Situbondo sebagai simpul utama dalam jalur strategis tersebut.
Legislator asal Dapil Jawa Timur III (Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi) itu menegaskan, keberadaan tol Prosiwangi akan membawa dampak besar bagi kemajuan perekonomian kawasan timur Jawa Timur. Ia berharap proyek pembangunan dapat segera rampung hingga tersambung penuh ke Banyuwangi.
“Kami optimis, dengan konektivitas yang semakin baik, arus barang, jasa, maupun pariwisata akan semakin lancar. Hal ini akan membuka banyak peluang investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Nasim Khan.
Ia menambahkan, tol ini akan mendorong pergerakan ekonomi yang lebih cepat, mulai dari transportasi logistik hingga mobilitas warga sehari-hari. Sektor pariwisata, yang menjadi unggulan di Banyuwangi, Situbondo, dan Probolinggo, juga diyakini akan terdongkrak dengan hadirnya jalur bebas hambatan tersebut.
Tol Prosiwangi sendiri merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans-Jawa yang ditujukan untuk mempercepat mobilitas dan pemerataan pembangunan.
Dengan perubahan nama ini, diharapkan seluruh masyarakat di tiga daerah yang dilintasi merasa memiliki dan turut mendapatkan manfaat dari pembangunan infrastruktur nasional tersebut. [hen/beq]






