Surabaya (beritajatim.com) – Token Pra bayar PLN bermasalah dikeluhkan warga Medokan Ayu Surabaya karena sudah lapor 3 kali ke call center 123 tetapi tak ada penanganan dari petugas PLN.
Keluhan ini dirasakan oleh Sudharma Adi, warga RT 6 RW 12 Kelurahan Medokan Ayu Kota Surabaya sejak Kamis (6/4/2023) siang. Saat itu dirinya membeli token listrik dan sudah mendapatkan notifikasi kode uniknya. Namun kendala terjadi saat sudah memasukkan 20 digit kode token selalu gagal walaupun sudah dicoba berulang kali.
“Saya pikir mungkin kode uniknya keliru, saya mencoba membeli token kedua dengan nilai Rp 100 ribu. Namun saat saya memasukkan token yang kedua juga tetap gagal,” papar Adi yang juga Ketua RT 6 RW 12 Kelurahan Medokan Ayu itu.
Akhirnya Adi memutuskan untuk melaporkannya lewat aplikasi mobile PLN, namun gagal karena aplikasi itu sedang mengalami gangguan. Tak lama berselang dirinya menelpon 123, call center 24 jam milik PLN. Beberapa kali dicoba akhirnya bisa dilayani.
“Laporan pertama saya buat sekitar pukul 12.40 WIB dan petugas call center PLN menyatakan akan segera mengirim teknisi dan saya pun diminta menyertai alamat dan nomor HP yang ada aplikasi Whatapps-nya. Namun setelah menunggu hingga pukul 16.00 WIB teknisi yang dijanjikan tak kunjung datang, saya pun telepon lagi,” paparnya.
Pada pukul 20.00 WIB dirinya kembali menelpon untuk yang ke 3 kalinya dan dengan prosedur yang sama dijanjikan akan dikirimkan teknisi atau dibantu menyelesaikan masalah troble token lewat WA.
“Namun hingga pukul 23.00 WIB tak ada aksi sama sekali dari PLN. Sementara token yang tersisa di rumah saya tinggal 3,01 KWH. Saya khawatir tak bisa bertahan sampai pagi dan lampu akan mati. Sementara usaha frozen saya membutuhkan listrik 24 jam, jika tidak barang di dalam freezer akan rusak,” tandasnya.
Adi berharap masalah troble Token yang menimpanya segera ditangani.[rea]






