Jombang (beritajatim.com) – Mentari pagi baru saja menyapa Lapangan Cemerlang Mapolres Jombang, Jumat (18/7/2025), ketika derap langkah prajurit TNI dan anggota Polri bergema di tanah yang sama. Bukan dalam formasi tugas, bukan pula dalam apel siaga. Hari itu, mereka berbaur dalam satu irama — irama kebersamaan.
Di tengah denyut tugas yang kerap menuntut disiplin dan ketegasan, ada ruang untuk saling menguatkan sebagai sesama abdi negara. Polres Jombang dan Kodim 0814/Jombang membuktikan itu lewat sebuah kegiatan sederhana namun sarat makna: olahraga bersama.
Bukan sekadar rutinitas fisik, tetapi sebuah panggung kecil tempat persaudaraan dan sinergitas dipererat, jauh dari hiruk-pikuk urusan dinas.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, hadir memimpin jajarannya, didampingi para pejabat utama serta Bhayangkari. Sementara itu, Dandim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, tak kalah antusias, datang bersama pasukannya dan ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana. Senyum mereka menghapus sekat seragam. Tawa mereka menembus batas institusi.
Dalam sambutan singkat yang sarat pesan, Kapolres mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran sebagai pondasi dalam mengemban tugas. Dengan lantang ia mengutip, mens sana in corpore sano — di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Lebih dari itu, menurutnya, kebersamaan di lapangan olahraga ini adalah vitamin bagi soliditas TNI-Polri di Jombang.
Seirama, Dandim Letkol Dicky Prasojo menyampaikan rasa bangganya atas kebersamaan yang terjalin. Ia berharap, kekompakan yang dipupuk di pagi itu akan terus tumbuh, menjadi modal dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Jombang.
Senam bersama, lomba-lomba ringan, dan obrolan santai menjadi perekat suasana. Peluh yang menetes bukan sekadar hasil gerakan tubuh, melainkan simbol kerja keras bersama menjaga negeri. Tawa yang meledak bukan basa-basi, melainkan cermin eratnya hubungan yang ingin terus dijaga.
Di akhir kegiatan, satu pesan tersirat kuat: sinergi bukanlah jargon kosong. Di Jombang, TNI dan Polri memilih merawatnya, bukan di atas panggung seremonial, tapi di lapangan yang nyata — dengan peluh, tawa, dan kebersamaan yang tulus.
Karena Indonesia yang aman dan sejahtera, hanya mungkin jika penjaganya bersatu, bukan sekadar berdiri berdampingan. [suf]






