Surabaya (beritajatim.com) – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Kota Surabaya berjalan mulus dan tertib. Kepala Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikdasmen, Irsyad Zamjani turun langsung meninjau dua sekolah dan memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan infrastruktur dan siswa.
Monitoring dan evaluasi TKA dilakukan Irsyad di SMA Trimurti Surabaya dan SMKN 5 Surabaya, Selasa (4/11/2025).
Kunjungan ini memastikan proses TKA yang berlangsung serentak di Jawa Timur pada 3–6 November dan 8–9 November 2025 berjalan sesuai standar. “Saya melihat langsung pelaksanaan TKA di SMA dan SMK secara keseluruhan berjalan dengan lancar,” ujar Irsyad.
Irsyad menekankan, kelancaran ini tak lepas dari persiapan matang pihak sekolah. Ia mencontohkan koordinasi dengan lintas lembaga seperti PLN untuk menjamin tidak ada pemadaman listrik saat tes.
Di sisi peserta, persiapan siswa juga dinilai optimal. Ratusan siswa telah dibekali melalui pelatihan yang diselenggarakan sekolah. “Pihak sekolah sudah mempersiapkan dengan baik infrastrukturnya, dan murid pun juga sudah dipersiapkan dengan baik melalui pelatihan-pelatihan,” tambahnya.
Pelaksanaan TKA di kedua sekolah menggunakan moda semi online. Total 833 siswa tercatat mengikuti tes di dua lokasi peninjauan tersebut.
Adapun TKA di SMAN 5 Surabaya diikuti 722 siswa (gelombang 1: 480 siswa, gelombang 2: 242 siswa). Sedangkan di SMA Trimurti Surabaya diikuti 111 siswa (gelombang 1: 57 siswa, gelombang 2: 54 siswa).
Dari kalangan peserta, TKA di hari pertama memunculkan sedikit ketegangan namun berhasil diatasi. Salwa, siswi Kelas 13 SMKN 5 Surabaya, mengaku sempat gugup. “Alhamdulillah saya dapat mengerjakan soal dengan baik. Saya berharap yang saya kerjakan mendapatkan hasil terbaik,” ungkap Salwa.
Hal senada disampaikan Vina, rekan sekelas Salwa. Meski sempat gelisah sebelum berangkat, rasa percaya diri muncul berkat pelatihan intensif dari sekolah.
“Saya agak gelisah takut soalnya susah, tetapi ya saya percaya diri saja, karena pelatihan yang diberikan oleh sekolah sudah beberapa kali dilakukan. Alhamdulillah saya dapat mengerjakan soalnya,” kata Vina, optimis.
Irsyad menegaskan, kegiatan TKA ini penting sebagai evaluasi berbasis standar. Tujuannya, meningkatkan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh. [ipl/kun]






