Surabaya (beritajatim.com) – Setelah prosesi kurban selesai, umat Islam biasanya akan membawa pulang daging dalam jumlah cukup banyak.
Jika tidak disimpan dengan benar, daging kurban bisa cepat berubah warna, berbau tidak sedap, bahkan busuk dalam waktu singkat. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menyimpan daging yang benar agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
Setelah menerima daging kurban, sebaiknya jangan langsung dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer.
Diamkan terlebih dahulu di suhu ruang selama kurang lebih 2–4 jam agar uap panas dari proses penyembelihan menghilang dan suhu daging menurun secara alami. Daging yang masih hangat dan langsung disimpan bisa menyebabkan kondensasi dan mempercepat pembusukan.
Cuci atau Tidak Dicuci?
Banyak orang masih bingung soal ini. Dalam dunia kuliner dan kesehatan, disarankan tidak mencuci daging mentah sebelum disimpan, karena air bisa membawa bakteri baru dan mempercepat pembusukan. Cukup bersihkan bagian yang tampak kotor atau berdarah dengan tisu dapur bersih.
Bagi dalam Porsi Kecil
Potong dan bagi daging ke dalam porsi kecil sesuai kebutuhan memasak sehari-hari. Simpan dalam wadah tertutup atau plastik ziplock yang bersih dan kedap udara. Teknik ini memudahkan pengambilan tanpa harus mencairkan seluruh stok daging.
Simpan di Kulkas atau Freezer
– Untuk konsumsi dalam 1–2 hari, simpan di chiller (rak bawah kulkas) dengan suhu 0–4°C.
– Untuk penyimpanan jangka panjang, simpan di freezer dengan suhu minimal -18°C. Daging bisa awet hingga 6 bulan jika dibekukan dengan benar.
Pastikan freezer tidak terlalu penuh agar sirkulasi udara dingin tetap optimal.
Perhatikan Warna dan Bau
Selalu cek kondisi daging sebelum digunakan. Daging yang segar berwarna merah cerah dan tidak berbau menyengat. Bila mulai keabu-abuan atau muncul bau asam, sebaiknya tidak dikonsumsi.






