Surabaya (beritajatim.com) – Memiliki anak adalah sebuah anugerah dari Sang Maha Pencipta. Hal itu bisa terlihat, bagaimana sepasang suami istri begitu mendambakan keturunan, namun tidak lantas mendapatkannya.
Di sisi lain, ada seseorang yang tidak menginginkan anak, namun justru memilikinya. Sebagai anugerah Tuhan, sudah sepatutnya, orang tua memeliharanya dengan cara mendidiknya sebagai manusia yang baik.
Bahkan di dalam Al-Quran, ibu yang enggan menyusukan air susunya kepada sang anak mendapatkan kecaman. Begitu juga dengan ayah yang diperintahkan memberi biaya penyusuhan anaknya sebagai hak dari si anak.
Ustad Quraish Shihab menuturkan, perintah mendidik anak sudah dimulai sejak anak masih dalam kandungan.
Berikut tips dari Quraish Shihab terkait mendidik anak:
1. Jangan jadikan anakmu sama denganmu
Banyak di antara kita memiliki keinginan untuk masa depan anak. Baik terkait profesi yang digelutinya juga pasangan yang akan mendampingi dia kelak. Namun, menurut Quraish Shihab, anak adalah titipan dari Tuhan, menjadi orang tua baginya, tidak lantas menjadikan kita berhak atas kepemilikannya.
Anak memiliki kecenderungannya sendiri, yang pasti berbeda dengan kecenderungan orang tuanya. Mereka juga hidup di masa yang berbeda dengan kita, itulah mengapa kita tidak bisa memaksakan kehendak dan kemauan kita.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
2. Jangan paksa ia memilih jurusan
Hal ini mungkin sering kita temui, dimana orang tua merasa lebih tahu dan membuatnya mengambil keputusan bahkan perihal jurusan pendidikan anaknya. Namun, perlu diingat, anak memiliki kehidupannya sendiri dan saat ia dewasa ia punya hak untuk memilih apa yang dia ingini.
Meski pemilihan orang tua lahir atas dasar kasih dan keinginan yang baik untuk sang anak, biarkanlah anak anda mengambil keputusan. Anda cukup memberi gambaran, terkait resiko dan dampak dari keputusan yang ia ambi, sesuai dengan keterbatasan pengetahuan anda.
3. Jangan lantas mengutuk anak, jika ia melakukan perbuatan yang tidak direstui Tuhan
Jika seorang anak melakukan kesalahan yang tidak berkenan di hati anda, jangan lantas mengutuknya. Menurut Quraish Shihab, itu adalah ujian dari Tuhan. Apakah, orangtua sabar atau tidak.
4. Jadilah sahabat bagi anakmu
Jadilah sahabat bagi anak anda, agar jika sesuatu terjadi padanya, andalah yang akan dicari sebagai tempat cerita. Bukan orang lain. Selain itu, penting untuk memastikannya bergaul dengan teman yang baik.
5. Jangan bodoh-bodohi anakmu
Kita sering melihat, orang tua berlomba agar anaknya mendapat rangking di kelas. Hingga membebaninya pada sesuatu di luar kemampuannya. Namun, berikan didikan padanya untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan apapun hasilnya, itulah yang baik.
Jika anda tidak setuju dengannya, jangan lantas memaki anak. Makian, akan membuat anda menerima dampak negatif pada jiwanya. Ada sebuah kisah, di masa Nabi. Terdapat anak yang berusia 2 tahun mengompol saat berada di gendongan nabi, kemudian ibunya merenggutnya.
Lantas, Rasulullah lalu mengatakan, bahwa biarlah ia mengompol. Sebab pakaian bisa dibersihkan dengan air, namun renggutanmu yang kasar terhadap anak, bisa ia rasakan hingga ia dewasa.
6. Jangan nikahkan anak, hanya untuk menghindari zinah
Agama memang melarang perzinahan, namun menurut Quraish Shihab hal itu tidak bisa dijadikan orang tua sebagai alasan untuk menikahkan anaknya jika ia belum siap. Siap secara psikis maupun penghidupan. Sebab, seseorang masih bisa berzinah walaupun telah menikah.
Kita telah melihat banyak kasus perselingkungan hingga memasuki ranah perzinahan, padahal ia telah menikah. Yang menghindarkan seseorang dari perzinahan adalah didikan yang benar.
Itulah beberapa tips ajaran didikan bagi anak menurut pendapat Quraish Shihab. (Jhn/nap)






