Jakarta (beritajatim.com) – Momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus kerap dimanfaatkan para pecinta alam untuk mendaki gunung dan mengibarkan bendera merah putih di puncak.
Tradisi ini bukan sekadar simbol penghormatan kepada pahlawan, tetapi juga wujud kesadaran menjaga keindahan alam Indonesia sebagai bagian dari warisan kemerdekaan.
Belakangan, wisata alam seperti pendakian gunung, trekking di hutan tropis, hingga berlibur ke pantai semakin digemari.
Namun, di balik keindahannya, terdapat berbagai risiko seperti kecelakaan, sakit mendadak, atau pembatalan perjalanan secara tiba-tiba. Karena itu, persiapan matang menjadi kunci agar liburan tetap aman dan bermakna.
1. Pahami Perbedaan Wisata Alam dan Liburan Biasa
Wisata alam menghadirkan tantangan berbeda dibanding liburan konvensional. Tidak ada kenyamanan hotel berbintang atau hiburan modern—sebaliknya, kita diajak kembali menyatu dengan alam. Aktivitas seperti mendaki gunung di bawah 3.000 mdpl, menjelajahi hutan, atau berkemah di alam terbuka, menguji fisik sekaligus memberi ruang refleksi.
Maria Susana, Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia, menegaskan wisata alam itu menggabungkan pengalaman fisik dan mental.
“Selain menikmati pemandangan, kita belajar menghargai lingkungan dan beradaptasi dengan kondisi alam.”kata Maria Susan, Jumat (15/8/2025).

2. Pilih Lokasi Sesuai Kemampuan
Jangan tergoda hanya oleh keindahan foto di media sosial. Pilih lokasi yang sesuai anggaran, stamina, dan kemampuan fisik. Untuk perjalanan keluarga atau pemula, pilih jalur aman, ketinggian wajar, dan fasilitas yang memadai. Jangan lupa cek kondisi cuaca serta potensi risiko di lokasi.
3. Gunakan Perlengkapan yang Tepat
Persiapan pakaian dan perlengkapan, termasuk kotak P3K, sangat penting. “Pergi ke alam tanpa perlengkapan yang tepat seperti masuk medan perang tanpa amunisi,” kata Maria. Peralatan yang tepat bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga keselamatan selama perjalanan.
4. Bepergian Secara Berkelompok
Perjalanan bersama teman atau keluarga meningkatkan keamanan dan memperkuat solidaritas. Jika membawa anak atau anggota yang belum berpengalaman, pastikan ada pendamping atau pemandu profesional. Berkelompok juga memudahkan pembagian logistik dan saling membantu ketika ada kendala.
5. Lengkapi Perjalanan dengan Asuransi
Tak banyak yang tahu, asuransi perjalanan juga dapat mencakup wisata alam. Menurut Maria, “Asuransi perjalanan bisa melindungi aktivitas wisata alam selama sifatnya rekreasional, aman, dan tidak termasuk olahraga ekstrem atau profesional. Penting untuk menyampaikan detail perjalanan agar perlindungan bisa disesuaikan dan tertuang jelas dalam polis.”
Dengan perlindungan ini, risiko tak terduga dapat diminimalkan sehingga perjalanan terasa lebih tenang.
Wisata alam akan menjadi pengalaman yang berkesan jika dilakukan dengan persiapan matang—mulai dari pemilihan lokasi, perlengkapan, pendampingan, hingga perlindungan asuransi.
Seperti disampaikan Maria, “Menjelajah alam itu bukan hanya tentang destinasi, tapi juga bagaimana kita menjaga diri dan lingkungan agar petualangan menjadi cerita indah yang layak dibagikan.” (ted)






