Tangerang (beritajatim.com) – Kesiapan fasilitas fast track di tiga bandar udara di Indonesia ditinjau Wakil Menteri Haji dan Umrah Bidang Ziarah Arab Saudi, Muhammad Abdurrahman Al-Bijawi bersama delegasi Mecca Road, Senin (26/2/2024). Ketiga bandar udara itu adalah Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta) di Tangerang, Bandar Udara Juanda di Surabaya, dan Bandar Udara Adi Sumarmo di Solo.
Yang pertama kali ditinjau adalah fasilitas fast track untuk jemaah haji di Bandar Udara Soekarno-Hatta di Tangerang pada Senin kemarin. Direncanakan, pada Selasa (27/2/2024), tim Kementerian Haji Arab Saudi meninjau fasilitas fast track di Bandar Udara Juanda Surabaya. Setelah itu, aktivitas serupa berlanjut di Bandar Udara Adi Sumarmo Solo.
Mengutip laman Kemenag.go.id, Selasa (27/2/2024) siang, dengan didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag Hilman Latief, rombongan Kementerian Haji Arab Saudi tiba di terminal 2 F Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Banten sekitar pukul 11.45 WIB. Delegasi langsung meninjau alur kedatangan jemaah yang berada di lantai bawah Terminal 2 F, lokasi atau tempat fasilitas fast track hingga pintu keberangkatan jemaah.
Selain Terminal 2 F, delegasi Mecca Road juga meninjau terminal 3 dan ruangan Umrah Service Center. Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief mengatakan kunjungan delegasi Mecca Road yang dipimpin Wakil Menteri Haji dan Umrah Bidang Ziarah Arab Saudi, Muhammad Abdurrahman Al-Bijawi, ini untuk memastikan kesiapan dan tempat fasilitas fast track di Bandara Soekarno-Hatta, termasuk alur kedatangan dan keberangkatan jemaah haji.
“Kunjungan delegasi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi hari ini untuk memastikan kesiapan kita dalam menjalankan fast track,” ujar Hilman Latief di Bandara Soeta, Senin.
Adanya layanan fast track ini dianggap penting bagi jemaah haji. Layanan fast track akan memudahkan jemaah haji dalam proses pengecekan dokumen keimigrasian, seperti visa dan paspor. Sebab, prosesnya sudah dilaksanakan di bandara asal jemaah haji. “Fast track adalah suatu platform di mana jemaah diberikan kemudahan akses keimigrasian di Tanah Air dan tidak lagi saat tiba di Arab Saudi,” ujar Hilman Latief.
“Tahun ini sebanyak 55 ribu jemaah haji reguler 1445H/2024 M akan mendapat fasilitas layanan fast track di Bandara Soekarna-Hatta. Kemudian Kemenag bersama instansi terkait mencoba memperluas cangkupan layanan jemaah yang akan mendapatkan fasilitas fast track di Bandar Udara Juanda Surabaya dan Solo. Delegasi juga akan meninjau kesiapan di dua bandara tersebut,” tambahnya.
Hilman menambahkan jika dua bandara yakni Juanda Surabaya dan Adi Sumarmo Solo memenuhi syarat pelayanan fast track, maka total ada 128 ribu jemaah dapat menikmati layanan tersebut. Artinya, Indonesia akan menjadi negara terbesar pengguna fast track di musim haji 1445 H/2024 M.
“Delegasi Wakil Menteri Haji dan Umrah Bidang Ziarah Arab Saudi juga mengapresiasi kesiapan kita dan mereka tahu persiapan yang kita lakukan sejak tahun sebelumnya. Begitu juga koordinasi yang kuat antarkementerian dan instansi yang sudah dilakukan Ditjen PHU Kemenag dalam peningkatan pelayanan jemaah haji di Indonesia,” jelasnya.
Usai meninjau Terminal 2, sore harinya delegasi Wakil Menteri Haji dan Umrah Bidang Ziarah Arab Saudi atau Mecca Road bertolak ke Surabaya untuk meninjau kesiapan layanan fast track dan dilanjutkan dengan Bandara Adi Sumarmo Solo melalui jalur darat dari Surabaya. [air]






