Ringkasan Berita:
- Gus Ufik berharap pimpinan baru BGN mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Transparansi dinilai menjadi aspek penting untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG.
- BGN diminta memperkuat koordinasi dengan lembaga terkait, termasuk Dinas Kesehatan, agar kebutuhan gizi anak sekolah terpenuhi secara optimal.
Jombang (beritajatim.com) – Pengasuh PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Peterongan, Jombang, Jawa Timur, HM Zulfikar As’ad atau Gus Ufik berharap Badan Gizi Nasional (BGN) mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah adanya penetapan tiga pucuk pimpinan baru di lembaga tersebut.
Menurutnya, program yang menyasar anak sekolah itu sangat baik dan perlu terus diperkuat melalui transparansi serta koordinasi yang lebih optimal.
Sebelumnya, tiga mantan pimpinan BGN ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Yakni, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, dan Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya.
Ketiganya pun diganti dengan pejabat baru. Nanik S. Deyang diangkat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Sementara posisi Wakil Kepala BGN diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.
Rektor Unipdu (Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum) tersebut menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki manfaat besar bagi anak-anak sekolah. Namun, dalam perjalanannya, program tersebut menghadapi sejumlah persoalan di lapangan yang perlu mendapatkan perhatian dari para pemangku kebijakan. “Oleh sebab itu, transparansi harus diutamakan,” ujar Gus Ufik, Kamis (4/6/2026).
Selain transparansi, Gus Ufik juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara BGN dengan berbagai lembaga terkait. Menurutnya, koordinasi yang selama ini berjalan masih belum maksimal, mulai dari penentuan titik dapur hingga persyaratan teknis yang harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
Ia menilai pelibatan instansi teknis sangat penting agar tujuan program MBG benar-benar tercapai, terutama dalam memastikan kebutuhan gizi peserta didik terpenuhi secara tepat.
“Saya lihat koordinasi program MBG ini kurang terkait dengan Lembaga lain. Semisal, Dinas Kesehatan harus dilibatkan. Sehingga anak sekolah benar-benar mendapatkan gizi yang dibutuhkan,” pungkas Gus Ufik. [suf]






