Jember (beritajatim.com) – Perasaan Wakil Bupati Djoko Susanto campur aduk saat meninjau bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang dilakukan secara mandiri oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Nurul Hayat, di Dusun Darussalam, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (26/3/2025) sore.
“Saya sangat sedih melihat kondisi di Jember ternyata masih ada hal seperti ini. Ada rumah tidak layak huni. Tapi saya bangga dan bahagia, ternyata partisipasi masyarakat, kedermawanan masyarakat Jember yang ditunjukkan Nurul Hayat bisa menjadi jembatan antara si dermawan dan yang membutuhkan,” kata Djoko.
Djoko mendorong masyarakat saling berkontribusi. “Memang APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dalam pembangunan perlu. Tapi sebagai pemimpin, kita jangan asyik mengelola APBD saja. Tapi bagaimana mengelola potensi masyarakat untuk saling berkontribusi. Itu lebih penting,” katanya.
Djoko memandang perlu adanya keseimbangan antara mengelola APBD dengan mengelola potensi masyarakat. Setelah dirumuskan, menurutnya, pelaksanaan APBD tinggal diserahkan kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
“Selebihnya saya harus bergerak di masyarakat, mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Kira-kira begitu,” kata Djoko yang didampingi Kepala Dinas Cipta Karya Jember Rahman Anda. [wir]






