Malang (beritajatim.com) – Sekjen PSSI Yunus Nusi mengungkapkan bahwa Timnas Indonesia diperlakukan baik selama di Singapura. Selama gelaran Piala AFF mulai babak penyisihan grup hingga final, Timnas Indonesia dilayani dengan baik, utamanya soal administrasi.
“Kita masih positif, tidak melihat ada hal-hal yang ganjil. Selama ini juga kita melihat demikian. Karena yang berat bagi federasi Singapura aturan hukum tentang protokol kesehatan yang ada di sana,” kata Yunus, Rabu (29/12/2021).
“Itu yang sangat tegas, disiplin dan tidak diperuntukkan bagi siapapun. Itu yang terkadang membuat ada sedikit kendala. Tapi sampai saat ini kita melihat semua berjalan lancar,” imbuhnya.
Yunus mencontohkan kasus Elkan Baggot misalnya. AFF dan Federasi Sepakbola Singapura dinilai cukup komunikatif dengan PSSI. Bahkan, mereka juga mengirim surat perihal kewajiban karantina bagi Elkan karena berada dalam satu pesawat dengan penumpang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Yang jelas hal-hal seperti ini terkadang timbul dalam sebuah even seperti AFF. Dan kita komunikasi kita lancar dengan Singapura. Mereka juga sudah menyampaikan surat kepada kita terkait Elkan,” ujar Yunus.
[berita-terkait number=”4″ tag=”piala-aff”]
Yunus menuturkan, kasus lainya adalah kedatangan Egy Maulana Vikri. AFF, FAS dan panitia pelaksana sangat mendukung PSSI. Mereka semuanya menjamin memperlakukan Indonesia sama dengan kontestan lainnya.
“Bahkan tentang kedatangan Egy Maulana mereka respon dan membantu penuh baik itu AFF ataupun Sekjen Federasi Sepak Bola Singapore. Mereka meyakinkan kepada kami untuk memberikan dukungan dan membantu tanpa ada subyektivitas,” tandasnya. [but]






