Surabaya (beritajatim.com) – Debat capres antara Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi sorotan utama masyarakat, bukan hanya karena konten isu Pertahanan dan Keamanan yang dibahas, tetapi juga karena gaya berbusana Ganjar yang mencuri perhatian.
Dalam sesi terakhir debat, Ganjar dan Mahfud bahkan mengubah kostumnya menjadi kemeja army look untuk penyegaran suasana, menarik perhatian dengan jaket Bomber dan kemeja Army Look a’la Top Gun.
Ganjar Pranowo memilih mengenakan jaket Bomber dan kemeja Army Look dari Timechine Co, sebuah jenama lokal yang telah eksis sejak 2015. Informasi menarik terungkap bahwa Timechine Co sudah diminati pasar internasional, seperti Filipina, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
Dengan tema vintage fashion, produk-produk Timechine Co membawa penggunanya kembali ke masa lampau, sesuai dengan inspirasi nama jenama tersebut, yang berasal dari time machine atau mesin waktu.
Ganjar Mahfud Kenakan Produk Lokal Tapi Sarat Simbol
Produk unggulan yang dikenakan oleh Ganjar, yaitu seri Lennon Utility Shirt, terinspirasi dari seragam tentara Amerika Serikat saat Perang Vietnam.
Seragam ini memiliki makna simbol kepemimpinan, dominasi, dan kekuatan, sehingga diadopsi di banyak negara, termasuk Indonesia, khususnya dalam Pakaian Dinas Harian TNI Angkatan Darat. Desain seragam ini, setelah perang Vietnam, malah menjadi simbol perlawanan terhadap perang dan digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk warga sipil, aktivis, dan seniman seperti John Lennon.
Tidak hanya itu, Ganjar juga memilih sepatu dari jenama lokal Exodos57. Sepatu ini tidak hanya sekadar produk mode, tetapi juga memiliki misi untuk mengangkat seni, budaya, dan pariwisata lokal.
Bahan-bahan lokal diracik oleh seniman-seniman lokal, menciptakan produk sepatu berkualitas yang mengusung semangat kebhinnekaan di bawah naungan Sang Merah Putih. Dengan tagline LocalMovement-Pride, Exodos57 mengajak penggunanya untuk selalu bangga menggunakan produk berkualitas asli Indonesia.
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD secara tegas menegaskan bahwa dalam program-program unggulan di bidang Pertahanan dan Geopolitik, mereka mendukung produk-produk lokal sebagai bagian dari identitas nasional.
Debak ini menciptakan pandangan baru bahwa pertahanan bukan hanya sebatas alutsista dan teknologi, tetapi juga melibatkan kearifan lokal dan budaya sebagai bagian penting dari ketahanan bangsa. [fyi/aje]






