Bangkalan (beritajatim.com) – Tim Seni “Laskar Trunojoyo” dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) diberi kehormatan untuk membuka acara bergengsi. Yakni, Festival Reog Barong Antar Bangsa 2024, yang berlangsung di Johor, Malaysia.
Festival tahunan ini, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia, diadakan di Keraton Mbah Anang, Muar Johor, dari tanggal 4 hingga 6 Juni 2024. Acara ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni reog barong dari berbagai negara, tetapi juga mengadakan diskusi seni budaya lintas negara.
Peserta festival ini berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang menampilkan keindahan seni reog barong yang kaya akan makna. Disaksikan oleh pegiat dan pelaku seni daerah Malaysia dan Singapura, orang Parit Bugis keturunan Jawa yang ada di Malaysia, warga sekitar yang memiliki keturunan Jawa, serta pelancong asing. Kehadiran mereka menambah semarak dan makna acara ini, memperkuat tali persaudaraan antarbudaya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UTM, Surokim, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap kegiatan budaya ini.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari suksesnya festival seni reog antarbangsa ini sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap pelestarian serta pengenalan budaya kita di tingkat internasional,” ujar Surokim.

Salah satu anggota Tim Seni Reog Barongan Laskar Trunojoyo UTM, Widya Prasetyo Wicaksono, yang akrab disapa Pras, juga berbagi perasaannya saat Beritajatim temui pada Senin, 10 Juni 2024, tentang tampil di festival ini. “Tentu saja saya merasa gugup, tetapi tetap bersemangat. Ini adalah tanggung jawab besar karena kami membawa nama institusi kampus, jadi kualitas penampilan kami akan dinilai oleh audiens sebagai representasi kampus. Namun, tetap excited karena tari adalah hobi saya,” ujarnya.
Pras juga mengungkapkan harapannya untuk masa depan. “Yang jelas semoga Kampus Trunojoyo lebih berjaya di kancah internasional, budaya Indonesia lebih dikenal dan tetap lestari. Lebih banyak agenda-agenda dan relasi luar negeri lain kedepannya,” tambahnya. [lai/but]






