Surabaya (beritajatim.com) – Tim Robotics and Intelligent Vehicle (RIVAL) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyabet penghargaan Best Rookie Team pada Australian Rover Challenge (ARCh) 2026 di University of Adelaide, Australia.
Capaian itu diraih setelah tim menuntaskan simulasi eksplorasi bulan selama lima hari yang berakhir Minggu (29/3/2026). Debut internasional ini membawa robot rover AEROVAL bersaing melawan 18 tim mahasiswa lintas negara.
AEROVAL mengandalkan suspensi rocker bogie untuk menjaga keseimbangan di medan ekstrem. Sistem empat roda diferensial memungkinkan kendaraan ini bergerak stabil pada permukaan berpasir dan tidak rata layaknya kendaraan luar angkasa.
Perangkat navigasi robot ini menggunakan kamera Intel RealSense D3455 serta sensor LiDAR Velodyne. Pengendaliannya mengandalkan kolaborasi mikrokontroler STM32 dan ESP8266 dengan mini PC MSI Cubi 5 untuk pemrosesan tingkat lanjut.
RIVAL ITS mengumpulkan total 251,9 poin dan menduduki peringkat keenam. Catatan impresif dibukukan melalui perolehan poin tertinggi pada hari ketiga kompetisi saat menghadapi empat misi utama di arena.
Mekanik Tim RIVAL ITS Andreas Agung Servia Pintarta menyebut ajang ini memberikan pengalaman teknis mendalam. Kendala di lapangan menjadi data evaluasi untuk perbaikan sistem robotika selanjutnya.
“Dari sisi teknis, berbagai kendala selama lomba akan menjadi bahan evaluasi,” kata Andreas dikutip Kamis (2/4/2026).
Mahasiswa Teknik Elektro tersebut menilai tantangan di arena sangat dinamis. Hasil kompetisi memicu tim untuk meningkatkan performa serta efisiensi sistem robot dalam menghadapi misi yang lebih kompleks.
“Agar sistem robot dapat ditingkatkan lebih optimal,” lanjut Andreas.
Ketua Divisi Tim RIVAL ITS Karina Maheswari menargetkan tim tetap konsisten bersaing pada level global. Status sebagai tim termuda di kampus menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan riset ke depan.
“RIVAL ITS adalah salah satu tim robotik termuda di kampus, tantangannya besar,” ujar Karina.
Pihaknya menargetkan posisi lebih tinggi pada kompetisi mendatang. Persiapan panjang dan adaptasi cepat di Australia menjadi modal utama untuk memperluas jangkauan prestasi tim di kancah internasional.
“Harapannya bisa ekspansi dan meraih juara utama,” tegas Karina. [ipl/but]






